Tips Dana Cadangan Saat Renovasi Rumah

Tips Dana Cadangan Saat Renovasi Rumah

 

Perubahan desain di tengah jalan

Tidak sedikit orang yang mengubah desain setelah renovasi berjalan. Misalnya, awalnya ingin lantai keramik biasa, lalu tergoda menggunakan granit. Atau tadinya hanya ingin mengganti cat, lalu menambah wallpaper. Semua perubahan ini otomatis menambah biaya.

Baca juga: Pembiayaan Home Bisa untuk Renovasi Rumah

Tenaga kerja tambahan

Kadang, pekerjaan ternyata lebih kompleks dari perkiraan, sehingga butuh tenaga tambahan. Hal ini juga membuat ongkos tukang meningkat.

Pentingnya Dana Cadangan

Di sinilah fungsi dana cadangan bekerja. Dengan menyisihkan 10–20 persen dari total anggaran renovasi, kamu bisa tetap merasa aman meskipun ada biaya tambahan.

Misalnya, jika renovasi rumah diperkirakan membutuhkan Rp100 juta, maka setidaknya Rp10–20 juta harus disisihkan khusus sebagai dana cadangan.

Dana ini bukan berarti harus langsung digunakan. Jika renovasi berjalan lancar dan tidak ada kebutuhan tambahan, dana tersebut bisa dialihkan kembali untuk tujuan lain misalnya ditabung, diinvestasikan, atau dipakai untuk membeli perabot baru.

Namun, jika ternyata ada pengeluaran mendadak, kamu tidak perlu panik mencari pinjaman darurat atau mengorbankan kebutuhan lain. Dengan kata lain, dana cadangan adalah “jaring pengaman” agar renovasi tetap terkendali.

 

Ketika Biaya Renovasi Membengkak

Bayangkan seorang pasangan muda di Jakarta yang ingin merenovasi rumah mereka. Anggaran awal disusun dengan rapi sebesar Rp150 juta untuk memperluas dapur dan memperbaiki kamar mandi.

Baca juga: Sinyal Kuat Renovasi Hasil Kolaborasi