Jakarta Punya 259.900 Unit Kondominium, 17 Persen Belum Terjual
Secara keseluruhan, harga penjualan di Jakarta tetap stabil, terutama karena permintaan yang lemah, yang mendorong pengembang untuk mempertahankan tingkat harga dalam upaya menarik pembeli.
“Namun, beberapa proyek mengalami sedikit kenaikan harga, terutama yang mendekati tahap topping-off dan serah terima,” papar dia.
Menurut Martin, mempertimbangkan tantangan ekonomi saat ini, upaya terkoordinasi antara pengembang dan pemerintah sangat penting untuk merangsang pertumbuhan di pasar apartemen.
Pengembang perlu didorong untuk menerapkan strategi penetapan harga, seperti diskon terbatas waktu dan insentif promosi, agar unit lebih mudah diakses oleh calon pembeli.
Bersamaan dengan itu, pemerintah disarankan untuk memperkenalkan kebijakan pendukung, termasuk keringanan pajak sementara, guna mengurangi beban keuangan pengembang dan pembeli rumah.
Selain itu, kemitraan strategis antara instansi pemerintah, pengembang, dan lembaga keuangan dapat dibangun untuk menawarkan skema kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi atau berbunga rendah, terutama yang ditujukan bagi pembeli rumah pertama.
“Inisiatif ini berpotensi meningkatkan keterjangkauan secara signifikan, meningkatkan likuiditas pasar, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan berkelanjutan di pasar kondominium Jakarta,” ujar Martin.
Sementara itu, Leads Property juga mencatat bahwa pada 2024, jumlah apartemen sewa di Jakarta telah mencapai 10.444 unit atau tumbuh 3,9 persen dibandingkan setahun sebelumnya.
Baca juga: Penjualan Apartemen Masih Bergulir, 45 Ribu Unit Belum Terjual
Berdasarkan tipe, unit dengan satu kamar tidur mendominasi pasar, mencakup lebih dari 50 persen dari total tambahan unit yang tersedia.
(*)