Raja KPR Subsidi BPD Menjangkau Lebih 400 Perumahan

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk menempati posisi puncak di kalangan BPD penyalur subsidi tahun 2025/foto: tapera.go.id

Jakarta, landbank.co.idPT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menempati posisi puncak di kalangan bank pembangunan daerah (BPD) penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.

Pada 2025, emiten berkode saham BJBR di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu menyalurkan KPR subsidi FLPP senilai Rp853,25 miliar atau setara dengan 7.000 rumah subsidi.

Bacaan Lainnya

Terdapat 31 BPD penyalur KPR subsidi pada 2025. Kontribusi BJBR tahun itu setara dengan 29,77 persen dari sisi unit, sedangkan dari sisi nilai 29,58 persen.

Baca juga: Daftar Harga Rumah Subsidi dan Batasan Penghasilan MBR

BJBR menyalurkan KPR subsidi FLPP dalam dua skema, yakni konvensional dan syariah. Untuk skema yang kedua, penyaluran dilakukan melalui anak usaha, yakni PT Bank BJB Syariah.

Skema konvensional BJBR menguasai 18,09 persen dari total penyaluran para BPD tahun 2025, sedangkan skema syariah pangsa pasarnya 11,68 persen.

KPR subsidi FLPP berada di bawah naungan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Dalam penyalurannya, Badan itu menggandeng kalangan perbankan, salah satunya adalah BJBR.

Baca juga: Bank BJB Optimistis Biayai 10 Ribu Rumah Subsidi

Tahun 2025, BP Tapera menggandeng 31 BPD serta sembilan bank pemerintah dan swasta.

Mereka menyalurkan KPR subsidi FLPP senilai Rp34,64 triliun atau setara untuk 278.868 rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia.

Pos terkait