Jakarta, landbank.co.id – Harga emas dunia diprediksi melemah pada awal pekan ini Selasa, 9 Desember 2025.
Hal itu dikarenakan meningkatnya sikap kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan suku bunga Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dan pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell yang dinilai akan menjadi penentu arah moneter global berikutnya.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 8 Desember 2025, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 4.189,49 per ons saat sesi pasar Asia.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup melemah 0,6 persen ke USD 4.217,7 per ons.
Penurunan harga terjadi karena pasar tengah menunggu keputusan FOMC yang akan berlangsung selama dua hari. Investor mencari kejelasan arah suku bunga setelah serangkaian prediksi pemangkasan.
“Pasar sedang menunggu keputusan The Fed dan panduan lebih lanjut soal kebijakan,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist Zaner Metals seperti dikutip dari CNBC Selasa, 9 Desember 2025.
Menurut Grant, meski bergerak melemah saat ini, fundamental emas dinilai tetap kuat karena bank sentral global masih aktif melakukan pembelian.
Ia menilai potensi harga emas mencapai USD 5.000 per ons pada kuartal I 2026 masih terbuka.
Ekspetasi Pasar
Pelaku pasar memperkirakan peluang besar The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan tingkat probabilitas mencapai 90 persen, naik signifikan dibandingkan 66 persen pada November.
FOMC
Keputusan final FOMC akan diumumkan pada Rabu waktu AS, disusul konferensi pers oleh Jerome Powell.
Suku bunga yang lebih rendah umumnya menjadi katalis positif bagi emas, karena logam mulia tersebut tidak menawarkan imbal hasil sehingga lebih kompetitif ketika suku bunga melemah.
Faktor Geopolitik Ikut Mempengaruhi
Selain ekspetasi pasar dan FOMC, sentimen pasar juga dipengaruhi dinamika geopolitik global.
Pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pertemuan di London, menyebut situasi saat ini sebagai momen “krusial” bagi Kyiv di tengah tekanan Amerika Serikat terkait rencana damai dengan Rusia.
Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, emas sebagai aset safe haven biasanya menguat.
Prospek Ke Depan
Morgan Stanley memproyeksi harga emas masih memiliki ruang untuk menguat, didorong oleh: pelemahan dolar AS, meningkatnya pembelian ETF, aksi beli bank sentral, dan tingginya permintaan aset aman.
(*)





