Jakarta, landbank.co.id- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa selama 10 tahun Program Sejuta Rumah (PSR) telah terbangun 10,2 juta rumah.
Program Sejuta Rumah digulirkan dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepanjang 2014-2024.
” Program Sejuta Rumah hasilnya 10,2 juta unit rumah, tapi ini bukan hanya APBN, termasuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) semua,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, baru-baru ini, dilansir Antara.
Di bidang perumahan, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan membangun sebanyak 10,2 juta unit rumah melalui Program Sejuta Rumah.
Kemudian 1,49 juta unit rumah melalui program Rumah Swadaya/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), 40.347 unit rumah khusus dan 71.731 unit rumah susun (rusun).
Rusun yang baru saja diresmikan adalah Rusun Universitas Muhammadiyah Sorong yang terdiri dari 1 tower setinggi 3 lantai dengan 43 unit. Rusun ini mampu menampung 168 orang mahasiswa.
“Jadi saya kira kalau untuk capaian programnya sudah bagus, termasuk FLPP-nya nambah terus,” kata Basuki.
Dirinya juga menyampaikan bahwa rencana pemisahan kementerian pekerjaan umum dan kementerian perumahan rakyat pada pemerintahan baru akan membuat lebih fokus dalam mencapai Program Tiga Juta Rumah bagi masyarakat.
“Jadi kalau ke depan menjadi (Program) Tiga Juta Rumah, saya kira dengan pemisahan itu bagus sekali, jadi lebih fokus,” ujar Basuki.
Sementara itu, di bidang permukiman, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 36.380 ltr/detik.
“Sehingga akses air minum layak mencapai 93 persen dari total populasi,” dilansir laman pu.go.id.
Kemudian, penanganan kawasan permukiman 94.321 hektare, serta penanganan sampah dan sanitasi 13,7 juta KK, sehingga akses sanitasi layak mencapai 82 persen dari total populasi.
Terpisah, Kementerian PUPR pernah menyatakan bahwa pada 2025, Ditjen Cipta Karya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp33,82 triliun dan Ditjen Perumahan sebesar Rp4,78 triliun.
Khusus perumahan, beberapa kegiatan prioritas pada 2025 antara lain Lanjutan Pembangunan Hunian Vertikal untuk Personil TNI di IKN (MYC) sebanyak 240 unit dan Penuntasan Pembangunan 47 tower Rusun ASN dan Hankam (MYC) sebanyak 2.820 unit.
Lalu, Lanjutan Pembangunan Rumah Susun mendukung DOB (MYC) sebanyak 360 unit, Lanjutan Pembangunan Rumah Susun Reguler (MYC) sebanyak 531 unit dan Pembangunan Baru Rumah Susun MBR Terdampak IKN sebanyak 44 Unit.
Kemudian, Pembangunan Baru Rumah Susun ASN/TNI/Polri, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Pekerja, Lembaga Perguruan Tinggi, dan Lembaga Perguruan Berasrama sebanyak 2.207 Unit, dan Lanjutan Pemeliharaan dan Perawatan Tower Rumah Susun Wisma Atlet Kemayoran (MYC) sebanyak 10 Tower.
Selain itu, pembangunan Rumah Khusus sebanyak 606 unit, termasuk untuk mendukung DOB (MYC) sebanyak 50 Unit, serta Pembangunan Baru Rumah Khusus untuk Masyarakat Terdampak Bencana, Terdampak Program Pemerintah, Daerah 3T sebanyak 556 Unit, dan Pembangunan PSU sebanyak 10.850 Unit untuk perumahan MBR yang tersebar di seluruh Provinsi.
Selain itu. Pembangunan Rumah Swadaya skema BSPS melalui Program Padat Karya sebanyak 18.235 Unit.
(*)