Jakarta, landbank.co.id– Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan jajaran Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2024 malam.
Prabowo Subianto yang didampingi oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka menyebutkan satu per satu menteri yang akan membantunya membangun Indonesia sepanjang lima tahun.
Terdapat sebanyak 53 menteri yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, salah satunya adalah menteri yang mengurus permasalahan perumahan di Tanah Air.
“Dua puluh delapan, Maruarar Sirait, SIP, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman,” ujar Presiden Prabowo yang malam itu mengenakan batik warna coklat dan memakai kopiah hitam.
Maruarar Sirait yang disebut namanya berjalan mendekat dan memberi hormat kepada Presiden. Marurarar juga mengenakan batik berwarna coklat.
Presiden Prabowo juga mengumumkan nama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang tempati oleh Fahri Hamzah.
Lantas siapakah sosok Maruarar Sirait atau yang akrab disapa sebagai Ara itu?
Maruarar Sirait merupakan pria kelahiran Medan,Sumatera Utara, 23 Desember 1969 atau saat ini berusia 54 tahun.
Ara dikenal sebagai politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP sepanjang 1999-2024. Maklum, ia adalah putra dari salah satu pendiri PDI Sabam Sirait.
Belakangan, pria lulusan Universitas Katolik Parahyangan itu bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra pada 2024.
“Tidak hanya berkuliah, Ara juga ikut aktif dalam organisasi. Dengan pengalaman organisasi tersebut, dirinya kerap mendapatkan pengetahuan dan pengalaman negosiasi hingga berdiskusi dalam dunia politik,” dilansir Antara.
Beberapa organisasi yang pernah ikut seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Bandung dan Resimen Mahasiswa Unpar.
Tumbuh dalam keluarga politisi dan juga memiliki pemikiran yang tajam dalam dunia politik, tahun 1999 Ara pun mencoba memulai karir politiknya dengan bergabung dalam partai PDI-P.
Hal ini mengantarkan dirinya menjabat komisi XI di DRP RI selama empat periode yang cukup panjang yakni pada tahun 1999-2004, 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019.
Sosok Ara dikenal dengan tegas, kritis, royal dan juga bersikap militan. Saat isu kenaikan harga BBM pada 1 April 2012 lalu, ia pernah menjelaskan tujuan partainya melakukan keputusan tersebut.
Namun, seperti dikutip dari Antara, ia pun juga mendukung untuk harga BBM tak perlu naik dan memberikan solusi, agar tidak memberatkan masyarakat yang berekonomi bawah.
Pada 2023, ia pun mendapatkan kepercayaan besar dengan ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Sepak Bola oleh Erick Thohir untuk menumpas aksi pengaturan skor atau mafia sepak bola Indonesia.
Penunjukan Ara sebagai ketua satgas ini bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejaknya sebagai mantan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2015-2019.
“Selain berkarir di dunia politik, Mararuar juga menjadi komisaris utama PT Potenza Sinergi dan pernah menduduki posisi sebagai Manager Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa (KKBM) di Unpar Bandung,” dilansir Antara.
Sementara itu, terkait program perumahan, pemerintahan Prabowo-Gibran berencana membangun tiga juta rumah per tahun.
Maklum, saat ini jumlah selisih permintaan dan ketersediaan (backlog) hunian mencapai 12,7 juta unit.
Tim Satgas Perumahan yang dipimpin oleh Hashim S Djojohadikusumo menyebutkan bahwa dari tiga juta rumah per tahun itu sebanyak satu juta unit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan.
Lalu, sebanyak dua juta unit hunian akan dibangun untuk masyarakat di pedesaan.
(*)