Jakarta, landbank.co.id– Perusahaan teknologi global, PRISM Indonesia menyebutkan bahwa selama periode puncak liburan akhir tahun 2025, akomodasi kelas budget dan menengah dengan standar layanan yang konsisten tetap menjadi pilihan utama wisatawan.
“Faktor kenyamanan, aksesibilitas, dan value for money menjadi pertimbangan utama di tengah tingginya mobilitas selama musim liburan,” dilansir publikasi tertulis PRISM, Jumat 6 Februari 2026.
PRISM yang merupakan induk usaha OYO itu juga menyebutkan bahwa ada perubahan pola perjalanan masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Baca juga: Dukung pariwisata MICE di Indonesia, OYO luncurkan Oravel Travel Solutions
Data PRISM menunjukkan bahwa meskipun kota-kota besar tetap menjadi pusat mobilitas utama, pertumbuhan perjalanan justru semakin terdorong oleh kota-kota regional dan destinasi sekunder, mencerminkan distribusi perjalanan domestik yang semakin merata.
Selama periode puncak libur akhir tahun, Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Bandung mencatat aktivitas perjalanan tertinggi.
Jakarta memertahankan perannya sebagai pusat mobilitas nasional, didorong oleh kombinasi perjalanan bisnis dan liburan.
Yogyakarta dan Bali terus menarik minat wisatawan berkat daya tarik budaya dan rekreasi, sedangkan Bandung tetap menjadi destinasi favorit untuk perjalanan singkat.
Namun, momentum pertumbuhan juga terlihat kuat di kota-kota regional seperti Medan, Batam, Solo, Bogor, dan Makassar. Kinerja kota-kota ini menunjukkan meningkatnya minat wisatawan untuk menjelajahi destinasi di luar pasar utama, seiring fleksibilitas perjalanan dan konektivitas antardaerah yang semakin baik.
Sepanjang libur akhir tahun, Jakarta mencatat volume pemesanan tertinggi di platform PRISM. Di sisi lain, kota-kota seperti Yogyakarta, Bali, dan Bandung menjadi kontributor utama dari sisi nilai pemesanan, didorong oleh durasi menginap yang lebih panjang serta preferensi terhadap akomodasi dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Di luar kota-kota utama, pertumbuhan pemesanan di Medan, Batam, Solo, Bogor, dan Makassar turut memperkuat tren pemerataan perjalanan domestik, dengan kota primer dan sekunder sama-sama berkontribusi terhadap performa keseluruhan.





