Prapenjualan BSDE 10 Tahun Terakhir

Rekam jejak prapenjualan (marketing sales) PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sepanjang 10 tahun terakhir, yakni 2017-2026, memerlihatkan tren peningkatan/foto: landbank.co.id

“Pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 3 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan prapenjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp9,72 triliun,” tutur Hermawan Wijaya.

Dia menerangkan, BSDE yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land terus mengembangkan sejumlah proyek di kota-kota besar Indonesia, termasuk BSD City di Tangerang, Banten.

Bacaan Lainnya

“Kami selalu berkomitmen menjaga pertumbuhan prapenjualan dengan terus melanjutkan lokasi pengembangan proyek yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Semarang, Surabaya dan Balikpapan,” papar Hermawan Wijaya, di Jakarta, baru-baru ini.

Di sisi lain, dalam rentang 2017-2026, kontributor terbesar prapenjualan BSDE berasal dari produk residensial, yakni rumah tapak.

Misal, dari total prapenjualan 2025, segmen residensial masih memberikan kontribusi terbesar dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun atau 42 persen dari total prapenjualan.

Baca juga: Begini Marketing Sales BSDE Lima Tahun Terakhir

”Capaian positif ini menunjukkan minat konsumen yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya di kawasan kota mandiri yang memiliki fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik,” jelas dia.

Bagi Hermawan, pencapaian prapenjualan sebesar Rp10,04 triliun pada 2025 menjadi angin segar terhadap pertumbuhan sektor properti tahun 2026.

Melihat optimisme sektor properti pada 2026, BSDE menargetkan prapenjualan sebesar Rp10 triliun pada tahun ini.

Untuk memenuhi target penjualan tersebut, Sinar Mas Land telah menyiapkan sejumlah strategi guna mendorong masyarakat berinvestasi dan membeli properti.

Sementara itu, Martin Samuel Hutapea, associate director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia mengatakan, memasuki tahun 2026, pasar rumah tapak diproyeksikan tetap tumbuh positif dengan kenaikan permintaan di kisaran 5-6% (year on year/yoy).

Baca juga: Penjualan Lahan ke Joint Venture Sumbang Marketing Sales BSDE

”Hal ini ditopang oleh sejumlah stimulus seperti insentif pemerintah berupa PPN DTP, serta tren suku bunga yang lebih kompetitif,” kata Martin di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menambahkan, segmen menengah menjadi motor utama dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap total permintaan, mencerminkan daya beli yang tetap resilien.

 

 

Prapenjualan Bumi Serpong Damai

(Tahun 2021-2026)

 

  1. Tahun 2017 (Rp7,23 triliun)
  2. Tahun 2018 (Rp6,20 triliun)
  3. Tahun 2019 (Rp6,50 triliun)
  4. Tahun 2020 (Rp6,50 triliun)
  5. Tahun 2021 (Rp7,71 triliun)
  6. Tahun 2022 (Rp8,80 triliun)
  7. Tahun 2023 (Rp9,50 triliun)
  8. Tahun 2024 (Rp9,72 triliun)
  9. Tahun 2025 (Rp 10,04 triliun)
  10. Tahun 2026 (Rp10,00 triliun) *) target

Sumber: PT Bumi Serpong Damai Tbk

 

Baca juga:  Rumah Tapak Pinggiran Jakarta Kian Diminati Gen Z dan Milenial, Ini Alasannya

(*)

Pos terkait