Jakarta, landbank.co.id- Rekam jejak prapenjualan (marketing sales) PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sepanjang 10 tahun terakhir, yakni 2017-2026, memerlihatkan tren peningkatan.
PT Bumi Serpong Damai Tbk yang mengusung kode saham BSDE di Bursa Efek Indonesia itu mampu memulihkan prapenjualan, bahkan lebih besar dari torehan sebelum terjadinya pandemi Covid-19 pada 2020.
Sebelum pandemi Covid-19, prapenjualan PT Bumi Serpong Damai Tbk sempat solid di angka Rp7,23 triliun, persisnya pada 2017.
Tahun 2017, marketing sales BSDE tumbuh 16 persen bila disandingkan dengan setahun sebelumnya yang bertengger di posisi Rp6,25 triliun.
Baca juga: Target Prapenjualan BSDE Tidak Meleset
“Kami bangga karena mampu membukukan kinerja yang meningkat pada 2017 di tengah industri properti yang stagnan,” tutur Hermawan Wijaya, direktur BSDE kala itu.
Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, prapenjualan BSDE bergerak ke level Rp6,50 triliun pada 2020.
Seiring dengan penanganan pandemi dan dunia kembali normal dari serbuan penyakit massal tersebut BSDE terus mendongkrak prapenjualan.
Lihat saja, pada 2021, prapenjualan sudah merambat naik ke angka Rp7,71 triliun. Bahkan, pada 2024, terbang ke posisi Rp9,72 triliun.
Baca juga: Deretan Residensial Pendulang Cuan BSDE
“Kami bangga dengan pencapaian ini yang menunjukkan daya tarik kuat dari portofolio produk properti kami,” kata Hermawan Wijaya soal torehan prapenjualan 2024.
Produk Residensial
Memasuki tahun 2025, BSDE kembali memerlihatkan taringnya. Target prapenjualan yang dipatok, yakni Rp10 triliun berhasil dilampaui ke angka Rp10,04 triliun.





