Data menunjukkan jumlah umat Hindu dunia meningkat sekitar 12 persen dalam satu dekade terakhir, dengan 99 persen berada di kawasan Asia-Pasifik.
Hal ini menegaskan pentingnya pengelolaan situs suci dan warisan budaya seperti Prambanan, bukan hanya sebagai daya tarik wisata, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang dihormati masyarakat dunia.
“Kita harapkan agenda seperti Prambanan Shiva Festival ini mampu menghidupkan Candi Prambanan, bukan sekadar sebagai monumen, tetapi sebagai living monument yang kita jaga bersama kesakralannya,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.
Baca juga: Menebar Jurus Merangkul Pasar Dunia, Menjaring Wisman
Selain upacara Mahashivaratri, rangkaian puncak festival juga diisi kegiatan MICE melalui International Conference – Prambanan Shiva Festival yang berlangsung di Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, dan menghadirkan narasumber dari berbagai negara.
Karisma Event Nusantara
Sementara itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi meluncurkan Karisma Event Nusantara 2026 atau KEN 2026 yang menghadirkan 125 event terpilih dari 38 provinsi di Indonesia.
Ajang Karisma Event Nusantara 2026 hadir untuk memperkuat event daerah sebagai daya tarik utama pariwisata nasional sekaligus mendorong pemerataan dampak ekonomi di berbagai wilayah.
Baca juga: Indonesia Bidik 17,6 Juta Kunjungan Wisman
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta, Jumat 23 Januari 2026 menegaskan bahwa Karisma Event Nusantara 2026 merupakan instrumen penting dalam pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui Karisma Event Nusantara 2026, event daerah kami dorong tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi lokal. Event menjadi ruang ekspresi budaya, wadah kolaborasi, sekaligus etalase kekayaan Indonesia yang berdaya saing,” ujar Menpar Widiyanti.
KEN 2026 menghadirkan rangkaian event unggulan terkurasi yang menampilkan kekayaan budaya, seni, kuliner, musik, dan karnaval. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event daerah, memperkuat identitas destinasi, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
(*)





