Jakarta, landbank.co.id– PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) membukukan peningkatan penjualan rumah tinggal sekitar 50 persen pada 2025 bila disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Mengutip laporan keuangan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk, emiten yang mengusung kode saham ATAP di Bursa Efek Indonesia itu membungkus pendapatan Rp20,61 miliar pada 2025.
Sebaliknya, pada 2024, penjualan rumah tinggal PT Trimitra Prawara Goldland Tbk masih bertengger di angka Rp13,78 miliar.
Penjualan rumah tinggal merupakan otot pendapatan ATAP pada 2025 dengan porsi sekitar 98 persen terhadap total pendapatan 2025 yang menyentuh Rp21,04 miliar.
Sisanya, berasal dari pendapatan sewa. Pada 2025, pendatan sewa sekitar Rp429,02 juta atau setara sekitar 2 persen dari total pendapatan.
Baca juga: Begini Harga Lahan Perumahan di Jabodetabek Tahun 2026
Secara keseluruhan tahun 2025, pendapatan perusahaan yang didirikan pada 2015 ini naik sekitar 50 persen disandingkan dengan periode yang sama 2024, yakni dari Rp14,20 miliar menjadi Rp21,04 miliar.
Peningkatan pendapatan ikut memengaruhi kemampuan pemilik proyek Cibungbulan Town Hill dalam mencetak laba pada 2025.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2024, ATAP mencatat rugi Rp2,11 miliar, sedangkan tahun 2025 membungkus laba tahun berjalan Rp127,50 juta.
Di sisi lain, per akhir Desember 2025, jumlah aset ATAP tercatat senilai Rp104,28 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 sebesar Rp106,94 miliar.
Di sisi liabilitas, pada 2025, liabilitas ATAP sekitar Rp26,51 miliar, lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar Rp29,29 miliar.
Baca juga: Rumah Subsidi Syariah Kian Bergairah
Sebaliknya, ekuitas ATAP naik tipis dari semula Rp77,65 miliar pada 2024 menjadi sekitar Rp77,78 miliar tahun 2025.
Bisnis Perumahan
Hingga 2025, bisnis perumahan ATAP bertumpu pada dua proyek yang tersebar di Depok dan Bogor. Keduanya terletak di Provinsi Jawa Barat.





