Produk-produk tersebut diminati oleh pembeli rumah pertama (first-time buyers) maupun end-user yang mencari hunian berkualitas dengan nilai investasi tinggi.
Dua proyek unggulan, yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.
Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh 74 persen year-on-year menjadi Rp5,5 triliun, didukung oleh serah terima unit yang tepat waktu, sementara EBITDA mencapai Rp843 miliar, hasil dari efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal.
Bisnis gaya hidup (lifestyle) LPKR juga menunjukkan pemulihan yang stabil. Sepanjang periode berjalan, segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp994 miliar, dengan laba kotor naik 8 persen menjadi Rp758 miliar, serta EBITDA meningkat 21 persen menjadi Rp335 miliar.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan tingkat okupansi tenant mal, optimalisasi biaya operasional, dan pemulihan bisnis perhotelan.
Rata-rata tarif kamar hotel naik 2 persen menjadi Rp635 ribu, sementara kunjungan mal stabil di atas 11 juta pengunjung per bulan, mencerminkan kepercayaan konsumen yang terus meningkat terhadap destinasi ritel LPKR.
Baca juga: Punya Pendapatan Rp17 Triliun, Begini Komentar Bos Lippo Karawaci
“Kami bangga atas kinerja sembilan bulan pertama yang solid, didukung oleh serah terima produk tepat waktu dan strategi bisnis yang disiplin,” ujar John Riady, chief executive officer (CEO) Grup Lippo Indonesia.
“Strategi perumahan terjangkau yang dipadukan dengan proyek premium terbukti efektif mendorong pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat struktur permodalan kami melalui pengurangan utang yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, jumlah aset LPKR per akhir September 2025 tercatat sekitar Rp49,35 triliun, sedangkan pada akhir Desember 2024 sebesar Rp53,78 triliun.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, liabilitas LPKR turun menjadi Rp18,34 triliun pada akhir September 2025 disandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp22,83 triliun.
Ekuitas LPKR naik tipis dari sekitar Rp30,94 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp31,00 triliun per akhir September 2025.
Per 30 September 2025, para pemegang saham LPKR mencakup PT Inti Anugerah Pratama sebesar 25,63 persen, Sierra Incorporated 15,89 persen, PT Primantara Utama Sejahtera 10,40 persen, dan DBS Bank Ltd SG-PB Client 5,17 persen.
Baca juga: Penjualan Rumah dan Apartemen Motor Utama Lippo Cikarang
Lalu, Dominique Leswara (direktur LPKR) 0,11 persen, Fendi Santoso (direktur LPKR) 0,10 persen, Surya Tatang (direktur LPKR) 0,08 persen, Marshal Martinus Tissadharma (direktur LPKR) 0,00 persen, dan masyarakat 42,62 persen.
(*)





