Jakarta, landbank.co.id– PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) mencatat pertumbuhan penjualan kavling tanah sekitar 9 persen pada 2025 disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Mengutip laporan keuangan PT Jaya Real Property Tbk, pada 2025, emiten berkode saham JRPT itu membukukan penjualan kavling tanah Rp1,50 triliun, sedangkan setahun sebelumnya Rp1,37 triliun.
Kavling tanah menjadi kontributor terbesar total pendapatan PT Jaya Real Property Tbk pada 2025, yakni sekitar 46 persen.
Baca juga: Jaya Real Property Kantongi Pendapatan Rp1,47 Triliun
Segmen lain yang menjadi andalan JRPT dalam mendulang pendapatan adalah dari penjualan unit bangunan.
Pada 2025, seegmen tersebut menyumbang sekitar 20 persen terhadap total pendapatan pemilik proyek kota mandiri Bintaro Jaya itu.
Bahkan, nilai penjualan segmen ini tercatat meningkat dari Rp650,10 miliar tahun 2024 menjadi Rp662,43 miliar pada 2025.
Baca juga: Bukan Hanya CTRA, JRPT Pun Bagi Dividen Jumbo: Cek Jadwalnya
Kontributor ketiga terbesar terhadap total pemasukan JRPT tahun 2025 berasal dari pendapatan sewa.
Segmen ini menyetor sebesar Rp399,77 miliar atau setara sekitar 12 persen dari total pendapatan JRPT.
Sisanya, tersebar dari berbagai segmen usaha, termasuk jasa pengelolaan lingkungan sebesar Rp216,75 miliar atau setara sekitar 7 persen.
Baca juga: Penjualan Kavling Tanah dan Bangunan JRPT Bertumbuh
“Pendapatan pengelolaan lingkungan merupakan pendapatan pengelola kawasan Bintaro, Graha Raya, Jaya Imperial Park, Deltacendana Citapersada, dan Serpong Jaya yang terdiri atas pendapatan air bersih, dan pendapatan tata lingkungan,” dikutip dari laporan keuangan Perseroan tahun 2025.





