Trinland mengaku telah menyiapkan jurus merangsek ke logistic park, data center, dan ultra luxury hospitality.
“Kami melihat peluang besar dari perubahan kebutuhan pasar, baik di sektor logistik, digital infrastructure maupun luxury hospitality,” tutur Co-Founder & Group CEO Trinland, Ishak Chandra dikutip Rabu, 24 Desember 2025.
Ketiga sektor tersebut dipilih berdasarkan potensi pertumbuhan jangka panjang, tingkat permintaan yang terus meningkat, serta karakteristik yang dinilai sejalan dengan visi Perseroan.
Pengembangan fasilitas data center dan ultra luxury hospitality akan difokuskan di kawasan-kawasan yang berada di pusat aktivitas bisnis.
Baca juga: Sequoia Hills Terus Bergulir, Serah Terima Klaster Mono Kuartal IV 2026
Perseroan menilai bahwa percepatan transformasi digital, pertumbuhan ekonomi perkotaan, serta meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan kualitas hidup akan mendorong permintaan signifikan terhadap infrastruktur logistik, digital, dan fasilitas ultra luxury hospitality berbasis Green Development pada masa mendatang.
“Dengan pengalaman Trinland dalam mengembangkan proyek properti yang terintegrasi dan berkualitas tinggi, kami optimistis langkah diversifikasi ini akan menjadi motor pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi Perseroan,” kata Ishak.
Dia menambahkan, strategi ini dirancang secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta keselarasan dengan kekuatan inti Perseroan di sektor properti.
“Pelebaran sayap bisnis ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Perseroan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan lanskap ekonomi dan industri,” ujar Komisaris Utama Trinland, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Baca juga: Lego Sebagian Saham Anak Usaha, TRIN Berharap Kian Optimal
Menurut Saraswati, diversifikasi ini mencerminkan komitmen Trinland untuk terus bertumbuh secara relevan dan berkelanjutan.
“Dengan memperluas portofolio ke sektor-sektor masa depan, Perseroan berupaya menciptakan nilai tambah atau impact jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh stakeholder, termasuk customer,” papar Saraswati.
(*)





