Pendapatan Real Estat GOLF Meningkat

Pendapatan real estat PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) sepanjang tahun 2025 meningkat sekitar 17 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya/foto: thelinksgolfvilla.com

Selain bisnis lapangan golf dan real estat, perusahaan yang didirikan pada 2005 ini juga punya pendapatan lain yaitu restoran Rp24,07 miliar serta pendapatan lain-lain Rp10,13 miliar.

Secara keseluruhan pendapatan GOLF naik sekitar 9 persen pada 2025 dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp197,99 miliar menjadi Rp215,52 miliar.

Bacaan Lainnya

Sebaliknya, laba bersih GOLF terlihat turun sekitar 24 persen menjadi Rp51,81 miliar dari semula Rp67,57 miliar.

 

Bisnis Real Estat

GOLF memiliki pengembangan bisnis real estat atau hunian di sejumlah lokasi, yakni The Links Golf Villa, Bali seluas 6,2 hektare (ha).

Proyek yang dikembangkan melalui anak usaha, PT New Kuta Golf and Ocean View ini memiliki kapasitas 131 vila yang dibagi dalam empat cluster.

Pada 20 Januari 2026, GOLF meluncurkan unit-unit The Links Golf Villa – Cluster 2 Tipe 2, peletakan batu pertama pembangunan Cluster 2, serta topping off bangunan komersial yang berada di dalam kawasan The Links Golf Villa.

Baca juga: Kunjungan Wisman ke Bali Tembus Tujuh Juta

Pada tahap sebelumnya, The Links Golf Villa – Cluster 1 berhasil terjual habis dalam waktu tiga minggu, mencerminkan kuatnya minat pasar terhadap hunian yang terintegrasi langsung dengan lapangan golf dan dirancang untuk mendukung gaya hidup golf dan leisure.

“Pengembangan ini merupakan langkah strategis kami untuk menjawab kebutuhan pasar akan hunian premium yang memiliki nilai investasi jangka panjang. Kami berkomitmen untuk membangun kawasan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan dan selaras dengan lingkungan sekitar,” kata Direktur Utama GOLF Dwi Febri Astuti.

Bisnis real estat GOLF lainnya adalah proyek hunian Sequoia Hills, Sentul, Bogor, Jawa Barat seluas 76 hektare dengan 14 cluster. Proyek ini merupakan hasil kerja sama operasi (KSO) dengan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Trinland.

Manajemen GOLF pernah mengatakan bahwa properti yang dikembangkan Perseroan berada di segmen atas sehingga faktor penentu utamanya adalah market confidence, bukan sekadar daya beli. Tahun 2025, sektor properti menghadapi tantangan, namun tren penurunan suku bunga sebanyak lima kali memberikan outlook yang lebih positif pada tahun mendatang dan berpotensi memulihkan kepercayaan pasar serta mendorong penjualan.

Sementara itu, jumlah aset GOLF menyentuh sebesar Rp6,69 triliun pada akhir 2025, sedangkan pada periode yang sama 2024 senilai Rp8,64 triliun.

Liabilitas pemilik Palm Hill Bogor, Jawa Barat ini tercatat senilai Rp666,78 miliar pada 2025, sedangkan setahun sebelumnya sekitar Rp656,71 miliar.

Baca juga: Bisnis Real Estat GOLF Menggeliat

Ekuitas GOLF naik menjadi Rp8,02 triliun pada 2025 dibandingkan dengan tahun 2024 yang masih sekitar Rp7,99 triliun.

Per 31 Desember 2025, para pemegang saham GOLF terdiri atas PT Bali Pecatu Graha sebesar 88,49 persen, PT Mandalapratama Permai 1,50 persen, dan masyarakat 10,01 persen.

 

(*)

Pos terkait