Pendapatan Real Estat GOLF Meningkat

Pendapatan real estat PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) sepanjang tahun 2025 meningkat sekitar 17 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya/foto: thelinksgolfvilla.com

Jakarta, landbank.co.id– Pendapatan real estat PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) sepanjang tahun 2025 meningkat sekitar 17 persen bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Merujuk laporan keuangan PT Intra Golflink Resorts Tbk, pendapatan real estat emiten berkode saham GOLF ini tercatat sebesar Rp79,39 miliar pada 2025.

Bacaan Lainnya

Sebaliknya, tahun 2024, pendapatan real estat PT Intra Golflink Resorts Tbk masih bertengger di posisi Rp67,85 miliar.

Pemasukan dari segmen real estat menjadi kontributor kedua terbesar bagi total pendapatan GOLF pada 2025, yakni sekitar 37 persen.

Otot utama pemasukan perusahaan yang masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2024 ini dari bisnis lapangan golf, yakni sebesar Rp101,93 miliar.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, segmen ini menyetor sekitar 47 persen terhadap total pendapatan GOLF pada 2025.

Baca juga: Sequoia Hills Terus Bergulir, Serah Terima Klaster Mono Kuartal IV 2026

GOLF memiliki dua lapangan golf, yakni New Kuta Golf Club, Bali yang memili 18 hole/par 72 dan Palm Hill Golf, Bogor, Jawa Barat sebanyak 18 hole/par 72.

“Tantangan di industri golf bersifat sangat dinamis, sehingga Intra Golflink Resorts perlu memastikan kualitas produk dan hospitality selalu siap melayani golfer domestik maupun internasional,” kata manajemen GOLF, dalam paparan publik, beberapa waktu lalu.

Untuk Bali, jelas manajemen GOLF, tantangannya relatif lebih terbatas karena proses renovasi telah selesai dan pilihan lapangan di wilayah tersebut tidak banyak, sehingga peluang pertumbuhan justru masih sangat besar pada 2026.

Manajemen GOLF juga menjelaskan, dari sisi jumlah pemain golf domestik, memang basisnya masih relatif kecil. Namun dari perspektif wisatawan mancanegara, terutama di Bali, terdapat periode-periode tertentu dengan volume pemain yang sangat tinggi.

Baca juga: GOLF Bagi Dividen Tunai, Ini Jadwalnya

Misalnya, pada Juli dan Agustus, kunjungan golfer asal Australia meningkat signifikan, sementara pada November hingga Desember, pemain dari Korea Selatan dan Jepang mendominasi karena memasuki musim dingin di negara asal mereka.

Strategi Intra Golflink Resorts untuk mendorong golf tourism ke depan berfokus pada peningkatan kualitas lapangan agar mampu bersaing dengan negara-negara yang lebih dahulu berkembang, seperti Thailand dan Vietnam. Karena golf tourism merupakan visi utama Perseroan, pengembangan properti di sekitar lapangan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik destinasi secara menyeluruh.

Pos terkait