Pendapatan PURI Meningkat, Gulirkan Proyek Anyar Triwulan Pertama 2026

PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menorehkan peningkatan pendapatan sepanjang Januari-September 2025 disandingkan dengan periode yang sama 2024/foto: puri

Proyek yang akan diperkenalkan kepada publik pada awal tahun 2026 ini dikembangkan di atas lahan sekitar 10 hektare.

Manajemen PURI menyatakan bahwa pengembangan kawasan Tembesi merupakan langkah strategis dalam menjawab meningkatnya permintaan hunian berkualitas di wilayah yang berkembang pesat ini.

Bacaan Lainnya

“Proyek ini kami rancang dengan konsep modern dan terintegrasi, mengutamakan kenyamanan serta memberikan nilai investasi jangka panjang bagi para konsumen,” urai manajemen PURI dikutip Senin, 24 November 2025.

Dengan skala pengembangan yang besar dan segmentasi pasar yang kuat, proyek ini diproyeksikan memiliki potensi total omset mencapai Rp250 miliar.

Nilai tersebut menjadi indikator keyakinan perusahaan terhadap daya serap pasar hunian di Batam, sekaligus menegaskan prospek ekonomi yang dihasilkan dari pembangunan kawasan ini.

Proyek anyar ini akan mengusung konsep kawasan hunian terpadu yang menyatukan perumahan modern berdesain kontemporer, ruang terbuka hijau dan area rekreasi, fasilitas penunjang gaya hidup urban dan komitmen kuat terhadap kualitas konstruksi dan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: Mengenal Tiga Strategi PURI di Kancah Bisnis Properti

Kawasan Tembesi dipilih karena pertumbuhannya yang pesat sebagai pusat perkembangan baru di Batam, didorong peningkatan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

Kehadiran proyek ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi setempat sekaligus membuka peluang investasi bernilai tinggi bagi para investor.

Kini, PURI punya rencana tiga proyek strategis dengan total nilai sebesar Rp880 miliar, yakni Monde City Phase II — Rp280 miliar, Monde Raffle Business District — Rp100 miliar, dan Tembesi Landed Residential — Rp500 miliar

Ketiga proyek tersebut diharapkan memperkuat arus kas perusahaan dan mendorong kinerja keuangan secara signifikan.

Bahkan, pada 2025 perseroan menargetkan peningkatan pendapatan hingga 837,52 persen, dari Rp15,12 miliar menjadi Rp141,78 miliar – sebuah proyeksi yang menegaskan optimisme terhadap potensi pasar properti di Batam.

Sementara itu, jumlah aset PURI tercatat sebesar Rp584,92 miliar per akhir September 2025, lebih besar dibandingkan dengan akhir Desember 2024 yang senilai Rp487,04 miliar.

Baca juga: Tambah Land Bank di Batam, Omzet PURI Diprediksi Terkerek

Liabilitas PURI juga naik, yakni dari Rp372,65 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp475,42 miliar pada rentang Januari-September 2025.

Sebaliknya, ekuitas PURI menurun ke level Rp109,49 miliar per akhir September 2025 dari sebelumnya akhir 2024 sebesar Rp114,38 miliar.

Pemegang saham PURI per akhir September 2025 terdiri atas PT Bumi Kreasi Baru sebesar 76,80 persen, Eko Saputro Wijaya 0,80 persen, David Tantri 0,80 persen, Helli Saputra 0,80 persen, dan Wagiman sebanyak 0,80 persen.

Selain itu, saham PURI juga dimiliki oleh masyarakat yang mencakup Ong Yick Sing 5,15 persen dan masyarakat 14,85 persen.

 

(*)

Pos terkait