ELTY melengkapi gedung perkantoran ini dengan restoran, perpustakaan, parkir luas, dan kemudahan akses transportasi publik.
Pangkas Kerugian
Di luar bisnis perkantoran, sumber pendapatan Bakrieland pada 2025 juga datang dari bisnis hotel, makanan, dan minuman sebesar Rp272,88 miliar.
Segmen ini menyumbang sekitar 19 persen terhadap total pendapatan pemilik Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center tersebut.
Kontributor ketiga terbesar terhadap total pendapatan ELTY adalah dari penjualan tanah, rumah, apartemen dan unit perkantoran, yakni Rp191,12 miliar atau menyumbang sekitar 13 persen.
Baca juga: Eks Bos Bakrieland Pimpin Sentul City, Ini Profilnya
Khusus untuk apartemen, mengutip laman Perseroan, ELTY memiliki sejumlah proyek hunian vertikal antara lain adalah The Masterpiece dan The Empyreal.
Proyek apartemen segmen atas itu berlokasi di Rasuna Epicentrum Jakarta dan dibangun oleh PT Bakrie Swasakti Utama (BSU).
Apartemen terdiri atas dua tower yang masing-masing mencakup 35 dan 32 lantai dengan total 461 unit kamar dengan konsep pengalaman gaya hidup kaum urban dan menyajikan ketenangan, kemewahan dan kenyaman.
Fasilitas yang dibangun antara lain ruang lounge eksklusif, klub kesehatan, kolam renang, tempat bermain anak dan taman.
Masih di kawasan Rasuna Epicentrum, ELTY juga memiliki pengembangan apartemen Sand dan Coral yang dibangun oleh PT Bakrie Swasakti Utama (BSU).
Baca juga: Insentif PPN DTP Bantu Penjualan Apartemen Jakarta
Apartemen ini terdiri atas dua tower berketinggian 42 lantai berkapasitas 1.900 unit dengan konsep modern perkotaan.
Apartemen ini dekat dengan pusat perbelanjaan, hiburan, perbankan, dan transportasi publik.
Sementara itu, pada 2025, Bakrieland mampu memangkas kerugian dibandingkan dengan tahun 2024, yakni dari semula rugi Rp68,53 miliar menjadi Rp16,70 miliar.
Di sisi lain, per akhir 2025, jumlah aset Bakrieland Development lebih rendah dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni menjadi Rp8,64 triliun dari semula Rp8,74 triliun.
Penurunan juga terlihat di lini liabilitas. Per akhir 2024, liabilitas ELTY di posisi Rp2,72 triliun, sedangkan setahun kemudian turun ke level Rp2,64 triliun.
Baca juga: Di tengah Bisnis Perkantoran yang Menantang, Leads Property: Ada Permintaan dari Dunia Pendidikan
Ekuitas ELTY juga menurun tipis, yakni dari Rp6,02 triliun pada 2024 menjadi Rp6,00 triliun pada akhir Desember 2025.
Per akhir 2025, para pemegang saham Bakrieland terdiri atas KPD Simas Equity Fund 2 sebesar 5,35 persen, Interventures Capital Pte., Ltd 5,12 persen, dan masyarakat 89,53 persen.
(*)





