Pemilik Apartemen Menaikkan Tarif Sewa

Konsultan properti Knight Frank Indonesia menyatakan bahwa terdapat sejumlah pemilik dan pengelola apartemen telah menaikkan tarif sewa pada semester pertama 2025/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id– Konsultan properti Knight Frank Indonesia menyatakan bahwa terdapat sejumlah pemilik dan pengelola apartemen telah menaikkan tarif sewa pada semester pertama 2025.

“Setidaknya, 11 persen proyek apartemen menaikkan harga sewa dari semester sebelumnya,” dilansir riset Knight Frank Indonesia dikutip Selasa, 26 Agustus 2025.

Bacaan Lainnya

Dalam catatan Knight Frank Indonesia, rerata harga sewa mengalami perbaikan dengan indikasi kenaikan tahunan sebesar 0,9 persen year on year (yoy).

“Rerata tingkat penyewaan sedikit terkoreksi, yaitu sekitar 65,56 persen,” dilansir riset itu.

Hingga semester pertama 2025, masih mengutip riset Knight Frank Indonesia, total pasokan apartemen sewa di Jakarta bertambah menjadi 10.290 unit.

“Sekitar 240 unit baru apartemen sewa tercatat masuk pasar di paruh pertama tahun ini. Penambahan itu berasal dari Swissotel Living Jakarta di central business district (CBD) Kuningan,” dikutip dari riset itu.

Baca juga: Pengembang Hati-hati untuk Merilis Proyek Kondominium Baru

Penambahan unit baru tersebut mengirimkan sinyal positif meski di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, proyeksi ke depan menunjukkan bahwa, pasar apartemen sewa di Jakarta akan terus tumbuh meski perlahan.

Akhir tahun 2025, beber Knight Frank Indonesia, unit baru masih akan masuk pasar, dan terus berlanjut sampai tahun 2027.

“Proyeksi pasokan baru hingga tahun 2027 menunjukkan bahwa performa pasar apartemen sewa terus dinamis, didukung permintaan ekspatriat yang cukup stabil,” ujar Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia dikutip Selasa, 26 Agustus 2025.

Performa sektor apartemen sewa di Jakarta masih menunjukkan tren dinamis. Di tengah penambahan pasokan, permintaan sedikit melambat khususnya pada tipe apartemen servis, hal ini disinyalir sebagai konsekuensi dari masuknya proyek baru di awal tahun.

Kalangan ekspatriat Asia, terutama dari China, Jepang, dan Korea Selatan saat ini masih mendominasi permintaan unit apartemen sewa, terutama pada lokasi CBD dan Prime Non-CBD.

Baca juga: Pasar Apartemen Sewa Terus Meluas

Selain itu, potensi peluang untuk serviced apartment juga terbuka di sekitar koridor timur Jakarta, seiring dengan pergeseran sebaran kawasan industri ke Purwakarta, Subang, dan Kertajati. Dengan demikian, permintaan terhadap jenis akomodasi tersebut diprediksi meningkat.

Pos terkait