Pemerintah Siapkan 197 Titik Lahan Hunian Tetap Korban Banjir Sumatera

Selain hunian sementara, pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi korban banjir dan longsor Sumatera/foto: kementerian pu

Menteri PKP juga menegaskan bahwa proses pembangunan hunian tetap harus memenuhi tiga kriteria utama.

“Pertama, lokasinya aman dari potensi banjir, tsunami, atau longsor. Kedua, tidak bermasalah secara hukum. Ketiga, dekat dengan ekosistem kehidupan masyarakat, seperti ladang, tempat kerja, sekolah, dan pasar,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Menteri Maruarar mengusulkan agar tahapan penganggaran dilakukan dengan prinsip percepatan, termasuk dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Kami usulkan agar Februari sudah bisa mulai pelaksanaan. Kami siap memulai dari Aceh Tamiang, yang sudah lebih dulu mengirimkan surat kesiapan,” kata Maruarar.

Dia juga menekankan pentingnya penggunaan satu data nasional untuk memastikan akurasi dan kecepatan proses penanganan.

“Kami menunggu data final dari BPS. Seperti disampaikan Pak Dasco, satu data ini menjadi kunci agar tidak ada perbedaan angka dan semua langkah bisa terkoordinasi dengan baik,” kata Maruarar.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Relokasi Rumah Warga Korban Banjir Sumatera

Sementara itu, rapat Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Banda Aceh, Sabtu, 10 Januari 2026 dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana, Sufmi Dasco Ahmad.

Rapat dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana, Tito Karnavian.

Turut hadir pula sejumlah anggota DPR seperti Cucun Ahmad Syamsurijal (Wakil Ketua DPR), Nazaruddin Dek Gam (Ketua MKD), Abdul Wachid (Wakil Ketua Komisi VI), Andi Iwan Darmawan Aras (Wakil Ketua Komisi V), dan Kawendra Lukistian (Anggota DPR).

Dari pihak pemerintah, hadir antara lain Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wamendikdasmen Atip Latipulhayat.

Baca juga: Pembangunan Huntara Aceh Tamiang Pakai Sistem Modular

Selain itu, Wamen BPKP Agustina Arumsari, Wakil BP BUMN Teddy Barata, Sestama BNPB Rustian, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Rafi Ahmad, Wakasatgas/Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, serta Wakasatgas III/Dankorbrimob Irjen Pol Reza Arief Dewanto.

Sementara itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memerlihatkan bahwa banjir dan longsor Sumatera pada akhir November 2025 menyebabkan 1.180 korban meninggal dunia.

Data BNPB yang dilihat landbank.co.id, Minggu, 11 Januari 2026, membeberkan bahwa masih ada 145 orang hilang dan 238 ribu orang mengungsi akibat bencana itu.

 

(*)

Pos terkait