Pembelian Rumah Secara Tunai Menggeliat

Pada kuartal ketiga 2025, pembelian rumah primer secara tunai bertahap dan tunai masing-masing sebesar 17,00 persen dan 8,50 persen/foto: sml

Jakarta, landbank.co.id– Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (SHPR BI) memerlihatkan tren pembelian rumah primer secara tunai yang terus menggeliat.

“Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 74,41 persen dari total pembiayaan,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso dilansir laman BI.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, mengutip SHPR BI, pada kuartal ketiga 2025, pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap dan tunai masing-masing sebesar 17,00 persen dan 8,50 persen.

Khusus pembelian tunai, porsinya terlihat terus meningkat sepanjang tahun 2023 hingga 2025.

Baca juga: Pengembang Properti Kian Suka Pakai Dana Sendiri

Pada 2023, pangsa pembelian tunai terhadap total pembiayaan konsumen terlihat sebesar 6,73 persen.

Mengutip SHPR BI kuartal ketiga 2024, porsi pembiayaan dengan memanfaatkan skema tunai naik menjadi 6,96 persen.

Imbasnya, pemanfaatan skema KPR menurun, walau sempat berfluktuasi pada kuartal ketiga tahun 2024. Pada kuartal ketiga 2023, pangsa pemanfaatan KPR sebesar 75,50 persen.

Sempat naik pada kuartal ketiga 2024 ke level 75,80 persen, pemanfaatan KPR dalam pembelian rumah oleh konsumen turun menjadi 74,41 persen pada kuartal ketiga 2025.

Baca juga: CBRE: Pasar Properti Jakarta Stabil, Ditopang Ekonomi Kuat

Pada triwulan ketiga 2025, total nilai KPR secara tahunan tumbuh sebesasr 7,39 persen (year on year/yoy), melambat dibandingkan 7,81 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Pos terkait