Pembeli Rumah Kian Doyan Bayar Tunai

SHPR BI triwulan IV 2025 menyebutkan bahwa pembelian rumah primer secara tunai bertahap dan tunai masing-masing memiliki pangsa 19,18 persen dan 9,94 persen/foto: landbank.co.id

Mengutip hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, harga properti residensial atau harga rumah di pasar primer tumbuh terbatas.

“Kondisi ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 yang tumbuh sebesar 0,83 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2025 sebesar 0,84 persen (yoy),” tutur Ramdan Denny Prakoso.

Bacaan Lainnya

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan harga rumah tipe menengah yang mencatatkan indeks sebesar 113,57, tumbuh sebesar 1,12 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan III 2025 sebesar 1,18 persen (yoy).

Di sisi lain, harga rumah tipe kecil mencatatkan indeks 113,83, tumbuh sebesar 0,76 persen (yoy) pada triwulan IV 2025, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,71 persen (yoy).

Sementara itu, harga rumah tipe besar mencatatkan indeks sebesar 108,07, tumbuh stabil sebesar 0,72 persen (yoy) dibandingkan triwulan III 2025.

Baca juga: Pembelian Rumah Secara Tunai Menggeliat

Secara spasial, dari 18 kota yang disurvei, 12 kota di antaranya mengalami perlambatan pertumbuhan dan dua kota mengalami penurunan IHPR secara tahunan.

Perlambatan pertumbuhan harga salah satunya tercatat di Palembang yang mengalami pertumbuhan 0,52 persen (yoy), setelah tumbuh tinggi 1,06 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, harga rumah di Manado pada triwulan IV 2025 mencatatkan kontraksi sebesar 0,04 persen (yoy), turun dibandingkan triwulan III 2025 yang tumbuh 0,03 persen (yoy).

Baca juga: Realisasi KPR Nyaris Rp200 Triliun, Mayoritas Tipe di Bawah 70

Di sisi lain, harga rumah di Medan dan Batam meningkat masing-masing sebesar 0,61 persen (yoy) dan 1,67 persen (yoy) menjadi 1,39 persen (yoy) dan 2,39 persen (yoy) pada triwulan IV 2025.

(*)

Pos terkait