Pembeli Rumah Kian Doyan Bayar Tunai

SHPR BI triwulan IV 2025 menyebutkan bahwa pembelian rumah primer secara tunai bertahap dan tunai masing-masing memiliki pangsa 19,18 persen dan 9,94 persen/foto: landbank.co.id

Jakarta, landbank.co.id- Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia atau SHPR BI triwulan IV 2025 membeberkan bahwa sebagian besar pembelian rumah primer memanfaatkan skema kredit pemilikan rumah (KPR).

“Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,88 persen dari total skema pembelian,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso dikutip dari laman BI, Senin 9 Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Pada triwulan IV 2025, total nilai KPR secara tahunan tumbuh sebesar 7,05 persen (year on year/yoy), melambat dibandingkan 7,39 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Secara triwulanan, nilai KPR tumbuh sebesar 1,72 persen (quarter to quarter/qtq), lebih tinggi dibandingkan 1,30 persen (qtq) pada triwulan III 2025.

Sementara itu, sekalipun pemanfaatan KPR masih dominan, SHPR BI itu juga memerlihatkan bahwa pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap dan tunai masing-masing memiliki pangsa sebesar 19,18 persen dan 9,94 persen.

Baca juga: Begini Harga Rumah di Beberapa Kota Pada 2025

Khusus pembayaran tunai, kondisi penghujung 2025 bila disandingkan dengan hasil survei pada triwulan IV 2024 terlihat terjadi peningkatan.

Maklum, SHPR BI triwulan IV 2024 menyodorkan angka sebesar 8,72 persen.

Bahkan, untuk periode yang sama sepanjang 2021-2025, kondisi tahun 2025 merupakan angka tertinggi.

Pada triwulan IV 2021, 2022, dan 2023 masing-masing sebesar 7,31 persen, 6,76 persen, dan 6,87 persen.

Praktis, kian mebubungnya pembelian tunai, membuat pemanfaatan skema KPR terkikis.

Bila pada triwulan IV 2021 pemanfaatan KPR masih sebesar 75,65 persen, pada periode sama setahun kemudian menurun ke posisi 75,03 persen.

Sempat kembali naik ke 75,89 persen pada triwulan IV 2023, pemanfaatan KPR turun ke 72,54 persen pada triwulan IV 2024.

Baca juga: Pembelian Rumah Secara Tunai Merangkak Naik

Penggunaan KPR kembali turun pada triwulan IV 2025, yakni ke level terendah dalam rentang lima tahun terakhir, yakni ke posisi 70,88 persen.

 

Harga Rumah

Sementara itu, jumlah kota di Indonesia mencatat pertumbuhan harga rumah, namun di beberapa kota menorehkan hal sebaliknya pada 2025.

Pos terkait