Jakarta, landbank.co.id – Pasar properti nasional diproyeksikan menunjukkan tren pertumbuhan positif pada 2026 seiring meningkatnya optimisme pelaku industri terhadap pemulihan ekonomi dan membaiknya iklim investasi di Indonesia.
Optimisme tersebut tercermin dalam hasil survei proyeksi pasar properti yang menunjukkan mayoritas responden memperkirakan kinerja sektor properti akan membaik pada tahun depan.
Kebutuhan hunian yang terus tumbuh, stabilitas makroekonomi, serta peran sektor pendukung dinilai menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, mengungkapkan bahwa hasil survei mencatat 56 persen responden memperkirakan pasar properti akan mengalami kenaikan pada 2026.
“Optimisme ini mencerminkan keyakinan pelaku pasar terhadap keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional, mengingat pertumbuhan ekonomi Tanah Air yang cukup sehat yakni di kisaran 3-4 persen,” ujar Syarifah dalam Media Gathering Jakarta Property Highlight yang digelar di Top Golf Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.
Tak hanya itu, secara umum pasar properti Indonesia diprediksi meningkat hingga 49 persen, mencerminkan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek jangka menengah sektor ini.
Pertumbuhan tersebut diperkirakan terjadi secara bertahap dengan kontribusi dari berbagai subsektor properti, baik residensial maupun komersial.
Syarifah menambahkan, pemulihan sektor properti tidak terjadi secara instan, namun bergerak seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat, keberlanjutan proyek infrastruktur, serta dukungan kebijakan pemerintah di bidang perumahan dan real estat.





