PJAA Dapat Setoran Dividen Rp160 Miliar
Pada 2025, pendapatan usaha lainnya menyumbang sekitar Rp316,95 miliar (28 persen), sedangkan setahun sebelumnya senilai Rp277,60 miliar (22 persen).
Pemasukan lain Perusahaan yang didirikan pada 1992 ini datang dari bisnis hotel dan restoran, yakni sebesar Rp68,54 miliar atau menyumbang sekitar 6 persen.
Setahun sebelumnya, bisnis tersebut menyetor Rp76,84 miliar atau setara sekitar 6 terhadap total pendapatan PJAA.
Baca juga: PJAA Kantongi Pendapatan Rp1,26 Triliun Pada 2024
Pada 2025, PJAA tidak membukukan pendapatan real estat yang mencakup tanah dan bangunan, sedangkan setahun sebelumnya tercatat senilai Rp5,68 miliar.
Beberapa proyek properti tepi pantai yang dikembangkan PJAA adalah Marina Coast Royal Residence, Northland Apartment, dan Townhouse Puri Marina.
Sementara itu, untuk menjaga daya saing Taman Impian Jaya Ancol dalam jangka panjang, terutama dengan munculnya destinasi baru seperti kawasan PIK, PJAA telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan dan inovasi yang secara bertahap dan berkelanjutan.
Di sisi lain, PJAA membukukan kenaikan laba bersih sekitar sekitar 1 persen pada 2025 bila disandingkan dengan tahun 2024.
Pada 2025, laba bersih PJAA sebesar Rp180,19 miliar, sedangkan tahun 2024 masih sekitar Rp177,79 miliar.
Baca juga: PJAA Realisasikan Dana Penawaran Umum Rp503,06 miliar
Pada 2025, jumlah aset PJAA tercatat sebesar Rp3,63 triliun, sedangkan setahun sebelumnya masih berada di level Rp3,59 triliun.
Sebaliknya, liabilitas PJAA turun dari semula Rp1,86 triliun pada 2024 menjadi Rp1,77 triliun pada tahun lalu.
PJAA juga mampu meningkatkan ekuitas menjadi Rp1,86 triliun pada 2025 disandingkan dengan raihan 2024 yang senilai Rp1,73 triliun.
Baca juga: Pendapatan Tiket Masih Andalan PJAA, Sentuh Rp332 Miliar
Per akhir Desember 2025, pemegang saham PJAA terdiri atas Pemerintah DKI Jakarta sebesar 72,00 persen, PT Pembangunan Jaya 18,01 persen, dan masyarakat 9,99 persen.