XAU/USD Tertekan Jelang Pidato Pejabat The Fed, Harga Emas Berpotensi Terkoreksi

XAU/USD Tertekan Jelang Pidato Pejabat The Fed, Harga Emas Berpotensi Terkoreksi

Jakarta, landbank.co.id – Harga emas global (XAU/USD) kembali anjlok pada awal pekan perdagangan Senin, 17 November 2025.

Kepastian itu diperoleh usai emas sempat menguat tipis di sesi Asia hingga mencapai level US$4.106, mengakhiri penurunan selama dua hari.

Berdasarkan pantauan landbank.co.id dari data perdagangan pukul 11.34 WIB, harga emas kini merosot ke level US$4.082.34.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menyampaikan bahwa harga XAU/USD saat ini masih bergerak di bawah $4.100, atau melemah sekitar 1,72%.

Ia menjelaskan bahwa pola candlestick terbaru serta indikator Moving Average mengindikasikan pelemahan momentum bullish, membuka peluang koreksi lanjutan pada perdagangan hari ini.

“Jika tekanan jual berlanjut, emas berpotensi turun menuju $4.038, area support terdekat yang menjadi level penting bagi buyer,” tutur Andy dalam keterangan resminya Senin, 17 November 2025.

Andy jug menyampaikan, apabila harga emas bertahan di atas support emas akan menuju resisten terdekat.

“Jika harga bertahan di atas support dan terjadi koreksi teknikal, rebound terdekat berada di area $4.145, yang menjadi resistance awal untuk memulihkan dominasi buyer,” ungkapnya.

Lebih lanjut Andy, memprediksi bahwa harga emas pada hari ini akan dipengaruhi oleh respons pasar terhadap komentar pejabat The Fed.

“Sejumlah pejabat The Fed dijadwalkan berbicara malam ini, termasuk John Williams, Philip Jefferson, Neel Kashkari, dan Christopher Waller,” terang Andy.

Faktor Fundamental: Shutdown AS Berakhir, Tapi Ketidakpastian Masih Tinggi

Sentimen risk-on sempat meningkat setelah pemerintah federal AS kembali beroperasi. Presiden Donald Trump menandatangani RUU pendanaan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah AS, yang berlangsung hingga 43 hari.

Meski demikian, ketidakpastian pasar tetap ada akibat tertundanya rilis data ekonomi selama periode shutdown. Para analis memperkirakan data yang keluar pekan ini mungkin menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja dan potensi perlambatan ekonomi—dua faktor yang biasanya mendukung penguatan harga emas.

Tekanan Tambahan dari Dolar dan Yield Obligasi

Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik tipis 0,08% ke 99,31. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menguat 2,5 basis poin ke 4,10%, dan imbal hasil riil naik hampir 3 basis poin ke 1,862%. Kenaikan yield tersebut menjadi tekanan tambahan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Prospek Ke Depan: Ruang Penguatan Masih Ada, Tapi Terbatas

Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember mulai memudar setelah komentar bernada hawkish dari beberapa pejabat bank sentral, termasuk Presiden The Fed Kansas City Jeffery Schmid. Probabilitas pemangkasan 25 bps kini turun menjadi 54%, dari sebelumnya 62,9%.

Meski begitu, analis menilai peluang kenaikan emas tetap terbuka bila dolar AS melemah lebih jauh atau data ekonomi AS menunjukkan perlambatan yang signifikan.

(*)