Ini Alasan Bumi Serpong Damai Pertebal Modal Kerja
Tambahan modal kerja itu berasal dari laba bersih tahun buku 2024.
“Sebesar Rp4,35 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk keperluan modal kerja Perseroan,” urai manajemen BSDE.
Paruh Pertama 2025
Sementara itu, BSDE selaku pemilik proyek unggulan BSD City, Tangerang, Banten terus memperkuat strategi pertumbuhan berkelanjutan.
BSDE berkomitmen menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, manajemen risiko dan penguatan fundamental keuangan.
Pada semester pertama 2025, BSDE membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp6,39 triliun, didominasi oleh penjualan unit rumah, lot tanah, dan strata title sebesar Rp5,55 triliun atau 86,81 persen dari total pendapatan usaha.
Kontribusi pendapatan usaha terutamanya berasal dari 87 persen yang merupakan pendapatan pengembangan (residensial, komersial, dan lot tanah), sedang 13 persen berasal dari pendapatan berulang (recurring income) seperti pengelolaan gedung, sewa dan lainnya.
Sepanjang Januari-Juni 2025, laba bersih konsolidasian BSDE tercatat sebesar Rp1,29 triliun.
“Capaian ini mencerminkan keberhasilan BSDE dalam mengelola sekaligus memasarkan portofolio unggulan, khususnya produk residensial dan komersial,” ujar Hermawan Wijaya, direktur Bumi Serpong Damai dikutip Kamis, 11 September 2025.
Hingga Juni 2025, BSDE mengelola cadangan lahan lebih dari 4.380 ha senilai Rp17,55 triliun, dengan porsi terbesar berada di BSD City.
Baca juga: Landbank BSDE Tembus 4.380 Hektare
Menurut manajemen BSDE, aset tersebut akan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Di sisi lain, manajemen BSDE mengaku bahwa kebijakan penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi katalis positif bagi sektor properti.
Biaya pinjaman yang lebih rendah diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan kredit pemilikan rumah (KPR), memperkuat daya beli konsumen, serta mendorong permintaan terhadap produk residensial primer.