“Kami juga tengah memulai ekspansi strategis untuk memperkuat penetrasi pasar di luar Jawa dengan proyek Plaza 88 kami di Balikpapan,” tambah Anthony P Susilo.
Proyek Balikpapan
Sementara itu, Paradise Indonesia secara aktif konsisten menargetkan peumbuhan kinerja setiap tahunnya melalui ekspansi bisnis.
Tahun 2026, INPP akan merambah ke segmen portofolio baru melalui pengembangan properti dengan konsep low density lifestyle di Balikpapan yang dinamakan Plaza 88.
Baca juga: Bisnis Hotel Akhir Tahun, Paradise Indonesia: Peluang Tumbuh Kuat
Pembangunan kawasan Plaza 88 Fase I akan diawali dengan konstruksi komplek ritel dengan deretan ruko modern yang terletak di wilayah strategis Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pengembangan ekspansi portofolio di Balikpapan ini juga menandai langkah strategis Paradise Indonesia untuk memanfaatkan luas lahan sekitar 8 hektare yang sebelumnya mangkrak hampir satu dekade dari pengembang sebelumnya.
Dalam prosesnya, Paradise Indonesia secara bertahap akan melakukan pengembangan proyek dimana Fase 1 menggunakan lahan seluas 3 hektare.
Pada 2025, INPP menyelesaikan dua proyek utama, yakni Antasari Place di Jakarta dan perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung, sesuai rencana.
Per akhir September 2025, pemegang saham INPP terdiri atas Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C PT Grahatama Kreasibaru sebesar 36,24 persen, Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C Tree of Belessing PTe Ltd 28,15 persen, PT Propertindo Prima Investama 10,00 persen, dan Elysium Investment Partner Ltd 8,00 persen.
Baca juga: Pariwisata Kian Menggeliat Bisa Bikin Kinerja INPP Menguat
Selain itu, CGS International Securities Singapore Pte Ltd 7,89 persen, Patrick Santosa Rendradjaja (direktur INPP) 0,04 persen, Karel Patipeilohy (komisaris INPP) 0,01 persen, dan masyarakat 9,67 persen.
(*)





