Setiap pengembangan proyek dilakukan dengan berorientasi pada kebutuhan pasar serta mempertimbangkan dinamika dan tren industri, sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan nilai jangka panjang bagi Perusahaan.
Laba Melejit
Sepanjang Januari-September 2025, pendapatan INPP melejit sekitar 50 persen disandingkan dengan periode yang sama 2024.
Baca juga: Terapkan Strategi Ini, INPP Berharap Recurring Income Setor 70 Persen
Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir September 2025, pendapatan INPP sebesar Rp1,31 triliun, sedangkan pada periode sama 2024 senilai Rp878,07 miliar.
Penyumbang terbesar pendapatan INPP pada rentang Januari-September 2025 adalah bisnis hotel, yakni Rp457,14 miliar atau setara sekitar 35 persen dari total pendapatan Perseroan.
Lalu, kontributor kedua terbesar adalah dari penjualan properti, yakni senilai Rp440,12 miliar atau sekitar 33 persen.
Sisanya bersumber dari manajemen properti dan lainnya, yaitu sekitar Rp21,52 miliar atau menyumbang sekitar 31 persen.
Di sisi laba bersih, Paradise Indonesia mencatat pertumbuhan sekitar 40 persen pada akhir September 2025 dibandingkan dengan periode sama 2024, yakni menjadi Rp393,83 miliar dari semula Rp281,63 miliar.
Per 30 September 2025, jumlah aset INPP tercatat senilai Rp10,10 triliun, sedangkan pada akhir Desember 2024 sekitar Rp9,71 triliun.
Paradise Indonesia mencatat penurunan liabilitas pada akhir September 2025 dibandingkan dengan akhir 2024, yakni dari Rp3,41 triliun menjadi Rp3,39 triliun.
Baca juga: Paradise Indonesia Merangsek Bisnis Serviced Apartment
Sebaliknya, ekuitas INPP naik dari semula Rp6,29 triliun pada akhir Desember 2024 menjadi Rp6,71 triliun per akhir September 2025.
Para pemegang saham Paradise Indonesia per akhir September 2025 terdiri atas Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C PT Grahatama Kreasibaru sebesar 36,24 persen, Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C Tree of Blessing Pte Ltd 28,15 persen, dan PT Propertindo Prima Investama 10,00 persen.
Lalu, Elysium Investment Partner Ltd 8,00 persen, CGS International Securities Singapore Pte Ltd 7,89 persen, Patrick Santosa Rendradjaja (direktur INPP) 0,04 persen, Karel Patipeilohy (komisaris INPP) 0,01 persen, dan masyarakat 9,67 persen.
Baca juga: Bisnis Hotel Akhir Tahun, Paradise Indonesia: Peluang Tumbuh Kuat
(*)





