Di luar ketiga segmen di atas, PWON punya sumber pemasukan lain, di antaranya pendapatan jasa pemeliharaan sebesar Rp998,57 miliar serta penjualan tanah dan bangunan Rp441,02 miliar.
Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2025, otot pemasukan PWON bersumber dari pendapatan berkesinambungan (recurring income), yakni sekitar 85 persen.
Sisanya, pendapatan pemilik proyek apartemen One Icon Residence, Surabaya, Jawa Timur ini dari penjualan properti.
“Recurring income diperkirakan tetap menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan pada tahun mendatang, yang saat ini berkontribusi sekitar 85 persen dari total pendapatan usaha,” kata manajemen PWON dalam paparan publik, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Catat, Jadwal Dividen Tunai Pakuwon Rp626,07 Miliar
Sementara itu, jumlah aset PWON pada 2025 naik menjadi sebesar Rp36,47 triliun disandingkan dengan setahun sebelumnya yang senilai Rp35,37 triliun.
Sebaliknya, liabilitas pemilik Pakuwon Mall Bekasi ini turun dari semula Rp10,63 triliun menjadi sebesar Rp9,84 triliun pada 2024.
Ekuitas pemilik proyek Gandaria City, Jakarta ini juga meningkat, yaitu menjadi Rp26,62 triliun dari semula Rp24,74 triliun.
Per akhir Desember 2025, para pemegang saham PWON terdiri atas PT Pakuwon Arthaniaga sebesar 68,68 persen, dan PT Artisan Surya Kreasi 0,03 persen.
Baca juga: Laba Bersih dan Pendapatan Pakuwon Jati Bertumbuh
Selain itu, pemegang saham perusahaan yang didirikan pada 1982 ini adalah Alexander Tedja sebesar 0,02 persen, PT Pakuwon Darma 0,01 persen, Wong Boon Siew Ivy 0,00 persen, Richard Adisastra 0,00 persen, dan masyarakat 31,26 persen.
(*)





