Jakarta, landbank.co.id– PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membungkus laba bersih Rp2,35 triliun pada 2025, lebih besar sekitar 14 persen bila dibandingkan dengan 2024 yang senilai Rp2,07 triliun.
Laba bersih PT Pakuwon Jati Tbk yang mengusung kode saham PWON di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu seiring dengan pertumbuhan pendapatan.
Pada 2025, PT Pakuwon Jati Tbk membungkus peningkatan pendapatan sekitar 7 persen bila disandingkan dengan setahun sebelumnya.
Mengutip laporan keuangan Perseroan, tahun 2025, pendapatan pemilik proyek Kota Kasablanka, Jakarta itu tercatat sebesar Rp7,11 triliun, sedangkan pada 2024 masih senilai Rp6,67 triliun.
Baca juga: Penjualan Hunian Pakuwon Terus Bertumbuh
Pendapatan sewa ruangan masih mendominasi total pendapatan PWON pada 2025, yakni sebesar Rp2,29 triliun atau menyumbang sekitar 32 persen.
Pemilik Pakuwon City Mall, Surabaya, Jawa Timur ini mencatat pertumbuhan pendapatan sewa ruangan sekitar 13 persen pada 2025, mengingat setahun sebelumnya masih di angka Rp2,02 triliun.
Peningkatan juga ditorehkan oleh penyumbang pendapatan kedua terbesar pemilik Four Point Bali ini, yaitu bisnis hotel.
Segmen ini tumbuh sekitar 2 persen pada 2025 dibandingkan setahun sebelumnya, yakni dari Rp1,31 triliun menjadi Rp1,34 triliun.
Baca juga: Simak Deretan Mal Pakuwon Jati Terkini
Bisnis hotel menyumbang sekitar 19 persen terhadap total pendapatan tahun 2025, sedangkan pada 2024 berkontribusi sekitar 20 persen terhadap pemilik hotel Marriot Yogyakarta, DI Yogyakarta ini.
Recurring Income
Sementara itu, sang kontributor ketiga terbesar pendapatan PWON, yaitu penjualan kondominium dan kantor juga mencatat pertumbuhan pada 2025.
Masih mengutip laporan keuangan pemilik proyek Grand Pakuwon Township, Surabaya, Jawa Timur tersebut penjualan kondominium dan kantor menyumbang sekitar Rp1,05 triliun atau setara sekitar 15 persen dari total pendapatan pada 2025.
Baca juga: Pakuwon Kantongi Rp910 Miliar dari Bisnis Hotel
Penjualan kondominium dan kantor pemilik proyek Bekasi Superblock, Jawa Barat ini melejit sekitar 39 persen pada 2025 dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang masih bertengger di posisi Rp754,91 miliar.





