Angka itu setara dengan 1.989.586,23 kWh/tahun yang mampu mengurangi keluaran emisi Perseroan sebesar 1.258,21 Ton CO2/tahun atau setara dengan penanaman pohon sebanyak 2.871 pohon.
Selain itu, masih mengutip laporan tersebut, Perseroan juga telah melakukan audit energi yang dilakukan secara internal di seluruh proyek Pakuwon oleh tim Climate & Environment.
Pakuwon juga telah melakukan verifikasi dan validasi Gas Rumah Kaca untuk tahun 2022, 2023 dan 2024 yang dilakukan oleh lembaga verifikator GRK internasional, PT TÜV SÜD INDONESIA.
Komitmen PWON menuju net zero emisi tidak hanya dilakukan melalui inventarisir jejak lingkungan tetapi juga melalui pendekatan lain, salah satunya dengan mendapatkan validasi target sektor bangunan oleh Science Based Targets initiative (SBTi) dengan menggunakan pendekatan Sectoral Decarbonization Approach (SDA).
Baca juga: Nilai ESG Emiten Properti Juni 2025, Jumlah Bertambah
“Dengan demikian, PT Pakuwon Jati Tbk menjadi perusahaan realestat pertama di Indonesia yang mendapatkan validasi ini,” ujar Alexander Stefanus Ridwan Suhendra, presiden direktur PWON.
Sementara itu, tambah dia, pada isu sosial, tantangan yang dihadapi Perseroan adalah terkait pengelolaan karyawan dan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta pelibatan komunitas.
Peringkat nilai ESG emiten properti Agustus 2025:
- Pakuwon Jati, nilai 19,65 (13)
- Bumi Serpong Damai, nilai 22,16 (23)
- Ciputra Development, nilai 24,16 (29)
- Summarecon Agung, nilai 28,14 (45)
- Surya Semesta Internusa, nilai 40,92 (73)
- Pantai Indah Kapuk Dua, nilai 41,07 (74)
(*)