Peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan yield aset dan perbaikan cost of fund ke level 4,2 persen.
“Komitmen kuat pemerintah di sektor perumahan melalui kuota 350 ribu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan program Kredit Program Perumahan (KPP) akan menjadi mesin pertumbuhan kredit BTN pada 2026,” tulis Kresna.
(*)





