Jakarta, landbank.co.id – Sebanyak 19.668 unit hunian melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) disiapkan untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa program BSPS merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat.
“Program BSPS ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas rumah masyarakat agar lebih layak huni, sehat, dan aman, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Maruarar dalam keterangan resminya yang dilihat landbank.co.id Rabu, 25 Maret 2026.
Menteri PKP juga menyampaikan bahwa pemerintah terus memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dan transparan.
“Ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat transparansi melalui mekanisme Pemilihan Terbuka Toko dalam pelaksanaan program,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Toba terdapat 46 unit rumah yang diusulkan sebagai calon penerima BSPS, dengan rincian:
- Kecamatan Balige: 20 unit
- Kecamatan Porsea: 14 unit
- Kecamatan Bonatua Lunasi: 12 unit
Verifikasi langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Secara keseluruhan, alokasi BSPS di Sumatera Utara tahun 2026 meliputi:
- 8.825 unit di wilayah perdesaan
- 5.525 unit di kawasan pesisir
- 5.285 unit di wilayah perkotaan
Distribusi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjangkau berbagai karakter wilayah, termasuk daerah terpencil dan pesisir.
Maruarar menegaskan bahwa penggunaan anggaran negara harus dilakukan secara tepat dan akuntabel.
“Masyarakat juga diimbau untuk aktif mengawasi serta segera melaporkan apabila ditemukan pungutan liar dengan disertai bukti,” tegasnya.





