Lebih lanjut ia menekankan, transformasi lahan lapas ini tidak akan merugikan negara, bahkan justru memberikan manfaat ganda: negara memperoleh nilai optimal dari asetnya, rakyat mendapatkan tempat tinggal yang layak, dan sektor swasta ikut berkembang.
Para pengembang ini diajak berdiskusi untuk menyampaikan saran, model pembiayaan, dan skema kerja sama yang aman dan saling menguntungkan.
“Kita sedang membangun pola dan skema yang aman, agar negara tidak dirugikan, rakyat mendapatkan rumah, dan dunia usaha juga tumbuh,” tambah Maruarar.
Menteri PKP menyatakan akan segera menghadap Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) untuk melaporkan hasil pembahasan dan memperkuat aspek legalitas dan tata kelola.
“Ini adalah rapat kedua kami. Setiap minggu kami akan evaluasi progresnya. Ini rapat serius,” tandasnya.
Sebagai informasi, dalam agenda pertemuan tersebut turut hadir sejumlah developer ternama di Tanah Air seperti; Harun Hajadi (PT Ciputra Development Tbk), Herry Hendarta (Sinarmas Land), Adrianto Adhi (PT Summarecon Agung Tbk), Sutopo (PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk), Stefanus Ridwan (PT Pakuwon Jati Tbk), Eko Wibowo (Paramount Land), Nitik Hening (PT Metropolitan Land Tbk), Ryan dan Albertus Tommy Pranoto (Lyman Group – Kota Baru Parahyangan), Yunan Wirahadikusumah.
(*)