Site icon Landbank.co.id

Menikmati Wisata Alam di DeLoano Glamping Magelang

DeLoano Glamping, Magelang, Jawa Tengah asri dan sejuk dengan dikelilingi pohon pinus yang menjulang tinggi dan selalu berselimut kabut/foto: kemenpar

Jakarta, landbank.co.id-Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengajak wisatawan untuk menikmati wisata alam yang memberikan pengalaman berbeda sekaligus kesan mendalam di DeLoano Glamping Magelang, Jawa Tengah.

Wamenpar Ni Luh Puspa dalam kunjungannya ke DeLoano Glamping, Magelang, Jumat, 24 Januari 2025, mengatakan bahwa destinasi ini mampu memberikan kenyamanan sekaligus kesan yang mendalam bagi wisatawan.

Baca juga: Okupansi Hotel di Badung Bali Sentuh 80 Persen

Dia juga menjelaskan bahwa kehadirannya ke destinasi tersebut salah satunya untuk memastikan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta atraksi wisata yang dihadirkan di DeLoano Glamping.

Wamenpar sekaligus merasakan pengalaman menghabiskan waktu di DeLoano Glamping yang begitu asri dan sejuk dengan dikelilingi pohon pinus yang menjulang tinggi dan selalu berselimut kabut.

“Rasa-rasanya tidak salah kalau menikmati weekend-nya di DeLoano Glamping ini,” kata Wamenpar dalam keterangan tertulis yang dilihat landbank.co.id, Selasa, 28 Januari 2025.

Baca juga: Tiga Hotel Berbintang Siap-siap Masuk Jakarta

Menurut Wamenpar Ni Luh Puspa, selain ambience dan atraksi wisata seperti birdwatching, paint ball, dan spa, kehadiran pertunjukkan seni budaya tradisional sangat melengkapi daya tarik DeLoano Glamping.

Ni Luh Puspa dalam kesempatan itu juga memberikan usulan kepada Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) sebagai pengelola destinasi, supaya merangkul sejumlah komunitas atau kelompok budaya khususnya di desa wisata, agar setiap pekan bisa tampil secara bergantian di DeLoano Glamping.

Selain itu, Wamenpar Ni Luh Puspa melihat peluang kolaborasi lainnya. Saat menuju ke DeLoano, Wamenpar melewati dua desa wisata yang berada di dalam kawasan zona otorita Borobudur yaitu Desa Wisata Tinalah dan Desa Wisata Ngargosari.

Baca juga: Tiga Kawasan Paling Banyak Diguyur Apartemen Baru

Kedua desa wisata tersebut mendapat predikat 50 besar Anugerah Desa Wisata (ADWI) pada 2021 dan 2022.

Wamenpar melihat letak geografis ini menjadi peluang untuk merancang sebuah travel pattern yang dikemas ke dalam paket-paket wisata.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin, menambahkan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum sedang membangun akses jalan sejauh 1 kilometer dari 3,2 kilometer di luar kawasan untuk mendukung aksesibilitas di wilayah tersebut.

Selain jalan, Agustin berharap juga ada dukungan berupa sumber daya air. Tahun ini, BPOB akan segera menyusun detail engineering design.

“Harapan kami sepulang dari sini Ibu Wamenpar akan menindaklanjuti dan bertemu langsung dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) untuk koordinasi dan sinkronisasi program dukungan Kementerian PU seperti infrastruktur dasar dan aksesibilitas menuju zona otorita,” kata Agustin.

Baca juga: TIC Bintan Dukung Wisata Berkelanjutan

Selain peningkatan infrastruktur dasar di kawasan zona otorita Borobudur, penyelenggaraan event juga telah dijadwalkan BPOB di tahun 2025 salah satunya Biosferun pada Oktober 2025 yang ditargetkan diikuti 1.500 pelari trail run.

Merujuk pada statistik tahun 2023, Agustin mengatakan sekitar 70 persen peserta Biosferun didominasi oleh masyarakat luar Yogyakarta dan Jawa Tengah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jakarta.

Baca juga: Indonesia Kantongi Potensi Devisa Rp25,4 Triliun dari Pariwisata

“Ini indikasi bahwa mereka mesti menginap sebagai wisatawan. Ini tentu memberikan dampak kepada desa wisata sekitar berupa terisinya amenitas homestay-homestay yang dibangun oleh masyarakat. Jadi tidak hanya bermanfaat untuk kita tapi memberikan pengaruh terhadap kawasan,” ujar Agustin.

 

(*)

Exit mobile version