Jakarta, landbank.co.id– Minat konsumen terhadap kredit pemilikan rumah (KPR) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) atau KPR BCA terus menanjak dalam lima tahun terakhir.
Mengutip data PT Bank Central Asia Tbk, saat ini, nilai penyaluran KPR BCA telah melampaui angka sebelum pandemi Covid-19.
Dalam rentang lima tahun terakhir, penyaluran KPR BCA sempat terusik oleh badai pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia.
Pada 2020, penyaluran KPR bank berkode saham BBCA itu turun sekitar 4 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
Ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia tahun 2020, penyaluran KPR BCA turun menjadi Rp90,8 triliun dibandingkan setahun sebelumnya yang bertengger di angka Rp94,3 triliun.
Setelah itu, penyaluran KPR terus menanjak (lihat grafis di halaman 2).
Nilai KPR BCA sebelum pandemi, yakni pada 2019, tercatat sebesar Rp94,3 triliun.
Kini, per September 2023, KPR BBCA sudah tembus ke level Rp117,9 triliun.
Secara akumulasi, sepanjang 2019 hingga per September 2023, KPR BCA yang dinikmati konsumen menyentuh Rp510,3 triliun.
“Bank Central Asia BCA membantu nasabah dalam memiliki rumah melalui kredit pemilikan rumah, khususnya bagi para milenial,” ujar Senior Vice President Consumer Loan PT Bank Central Asia Tbk Melani Megawati di Megamendung, Bogor, belum lama ini.
Dia menambahkan, fasilitas KPR BCA bagi gen milenial sebanyak 78% merupakan fasilitas KPR pertama.
(*)