Memiliki Hunian Bagian dari Perencanaan Keuangan

Saat ini, sejumlah kalangan menilai bahwa selain emas, properti rumah hunian dapat menjadi bagian dari instrumen investasi/foto: daun karya

Jakarta, landbank.co.id– Saat ini, sejumlah kalangan menilai bahwa selain emas, properti rumah hunian menjadi bagian dari instrumen investasi.

“Kami percaya bahwa memiliki hunian bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan yang sehat,” tutur Kharolina Lesli, founder Daun Karya Property, Selasa 27 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Karena itu, Daun Karya Property yang telah mengembangkan 11 proyek di empat kota itu menggulirkan edukasi bagi generasi muda dalam memahami perencanaan keuangan dan investasi jangka panjang.

Edukasi itu dibalut dalam Wealth Talk: Economic Outlook 2026, Dorong Generasi Muda Pahami Arah Ekonomi dan Investasi, di Marketing Gallery Avani Breeze Residence, Tangerang, Banten, Minggu 25 Januari 2026.

Baca juga: Realisasi Investasi Properti Tumbuh 19 Persen, Sentuh Rp75 Triliun

“Melalui Wealth Talk ini, kami ingin mendorong generasi muda khususnya Gen Z untuk mulai mengambil keputusan finansial yang lebih aman dan terencana sejak dini, di bawah strategi Mulai Aman dari Muda yang terus kami kampanyekan sejak tahun 2025,” kata Kharolina Lesli.

 

Instrumen Investasi

Sementara itu, konsultan investasi Reinhard Suryanaga dalam paparan acara itu menguraikan arah ekonomi global dan domestik serta strategi investasi menghadapi tahun 2026.

Dia menjelaskan, berdasarkan proyeksi lembaga internasional seperti IMF dan World Bank, pertumbuhan ekonomi global 2026–2027 diperkirakan berada pada level moderat.

The Federal Reserve diperkirakan melanjutkan kebijakan penurunan suku bunga, dengan proyeksi US rate berada di kisaran 3–3,25 persen.

Di sisi lain, tekanan di pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai terlihat melemah, yang turut menjadi faktor pendorong kebijakan moneter yang lebih longgar.

Baca juga: Usai Trump Redam Ancaman Tarif Eropa, Harga Emas Dunia Merosot ke Level US$4.700

Di tengah kondisi tersebut, risiko global seperti ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, dan dinamika pasar obligasi masih menjadi faktor yang perlu diantisipasi investor.

Pos terkait