Jakarta, landbank.co.id– Seiring peningkatan penjualan, pada Januari-Juni 2025, PT Megapolitan Development Tbk (EMDE) mampu membalikkan keadaan, dari merugi menjadi mengantongi laba bersih.
Mengutip laporan keuangan PT Megapolitan Development Tbk, per akhir Juni 2025, emiten berkode saham EMDE ini mengantongi peningkatan penjualan sekitar 7 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
Per akhir Juni 2025, penjualan PT Megapolitan Development Tbk tercatat sebesar Rp89,95 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 sekitar Rp84,02 miliar.
Kenaikan penjualan EMDE pada semester pertama 2025 didorong oleh naiknya penjualan apartemen milik Perseroan.
Pada enam bulan pertama 2025, EMDE membukukan penjualan apartemen sebesar Rp29,26 miliar atau melonjak sekitar 383 persen bila dibandingkan dengan periode sama 2024 yang senilai Rp5,88 miliar.
Penjualan apartemen menyumbang sekitar 33 persen terhadap total pendapatan EMDE pada enam bulan pertama 2025, sedangkan pada periode sama 2024 berkontribusi sekitar 7 persen.
Baca juga: Begini Pemanfaatan Laba Rp522,71 Miliar EMDE
Kontributor utama pendapatan EMDE pada semester pertama 2025 berasal dari pendapatan sewa, yakni senilai Rp31,06 miliar atau setara sekitar 35 persen.
Pendapatan sewa EMDE terlihat turun sekitar 7 persen, maklum pada semester pertama 2024 masih bercokol di angka Rp33,39 miliar atau menyumbang sekitar 40 persen.
Penyumbang pendapatan EMDE lainnya harus mencatat penurunan. Penjualan rumah turun sekitar 29 persen menjadi Rp17,02 miliar per akhir Juni 2025.
Lalu, penjualan tanah turun sekitar 24 persen menjadi Rp12,60 miliar. Bahkan, penjualan ruko dan kios tidak membukukan pendapatan, sedangkan pada semester pertama 2024 masih mengoleksi Rp3,12 miliar.
Baca juga: Penjualan Rumah Megapolitan Development Stabil
Di sisi lain, seiring dengan peningkatan penjualan, Megapolitan Development membalikkan keadaan pada paruh pertama 2025, yakni dari mengoleksi rugi Rp19,28 miliar menjadi punya laba bersih Rp3,65 miliar.
Sinyal Pemulihan
Sementara itu, Megapolitan Development melihat sinyal kuat pemilihan sektor properti pada 2025.