Jakarta, landbank.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, penjualan tiket kereta api untuk perjalanan mudik terus meningkat.
Berdasarkan data resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero), hingga Minggu, 15 Maret 2026 sebanyak 69,5 persen tiket kereta mudik Lebaran telah terjual.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, mengatakan peningkatan permintaan perjalanan kereta api mulai terlihat sejak pertengahan Maret.
“Permintaan perjalanan dengan kereta api mulai meningkat sejak pertengahan Maret. Data penjualan menunjukkan masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal, terutama pada layanan kereta api jarak jauh,” kata Anne dalam keterangannya.
Berdasarkan data KAI, sebanyak 3,1 juta tiket telah terjual dari total 4,5 juta tempat duduk yang disediakan untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan Kereta Api Lokal selama masa angkutan Lebaran.
Kuota penjualan tiket tersebut berlaku untuk periode keberangkatan mudik 11 Maret hingga 1 April 2026.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 1,4 juta tiket kereta yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini.
Secara rinci, pada layanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), penjualan tiket telah mencapai 2,9 juta tiket atau sekitar 80,8 persen dari total 3,6 juta tempat duduk yang tersedia.
Artinya, masih terdapat sekitar 685.497 tiket KAJJ yang dapat dipesan oleh calon penumpang.
Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket baru mencapai 239.103 tiket atau 25,8 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 687.833 tiket kereta lokal yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
KAI menjelaskan bahwa penjualan tiket kereta lokal biasanya meningkat mendekati waktu keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan.





