Menteri Ara mengapresiasi kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Yayasan Buddha Tzu Chi yang dinilai konsisten membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak.
“Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang menjadi yayasan dengan kontribusi CSR terbesar dalam program renovasi rumah. Semangat gotong royong seperti ini harus terus diperkuat,” ujar Maruarar.
Ia menambahkan, penggunaan atap genteng dalam renovasi rumah juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), termasuk industri genteng lokal.
“Ke depan renovasi akan menggunakan genteng agar rumah lebih adem, nyaman, dan juga lebih indah. Nanti akan saya ajak semua pihak mengunjungi pabrik genteng di Majalengka untuk mendorong UMKM,” katanya.
Selain melalui skema CSR, pada 2026 Kementerian PKP juga akan mengalokasikan ribuan unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat dengan memanfaatkan basis data Badan Pusat Statistik (BPS) guna memastikan program tepat sasaran.
Berdasarkan data pemerintah daerah, di Kota Bandung sendiri masih terdapat sekitar 9.289 unit rumah yang masuk kategori tidak layak huni.
Melalui kolaborasi pemerintah dan lembaga sosial, percepatan penanganan RTLH di Kota Bandung diharapkan semakin efektif serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah secara berkelanjutan.
(*)





