Site icon Landbank.co.id

LPKR Pertebal Laba Ditahan

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memilih untuk menyimpan mayoritas laba bersih tahun 2024 sebagai laba ditahan retained earnings Perseroan/foto: ist

Jakarta, landbank.co.id– PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memilih untuk menyimpan mayoritas laba bersih tahun 2024 sebagai laba ditahan retained earnings Perseroan.

Keputusan itu diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Karawaci Tbk di Jakarta, Jumat, 13 Juni 2025.

RUPST PT Lippo Karawaci Tbk itu juga menetapkan dana sebesar Rp1 miliar sebagai dana cadangan.

“Menyetujui tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024,” jelas manajemen emiten berkode saham LPKR itu dikutip Kamis, 3 Juli 2025.

Pada tahun buku 2024, dikutip dari Annual Report Lippo Karawaci 2024, Perseroan mencatat kinerja keuangan dan operasional yang kuat di seluruh lini usaha.

“Kami berhasil membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar Rp18,7 triliun — melonjak signifikan dari Rp50 miliar pada tahun sebelumnya,” dilansir Laporan tersebut.

Baca juga: Begini Resep Lippo di Bisnis Real Estat 2025

Manajemen LPKR menjelaskan, pencapaian ini merupakan hasil dari pengelolaan keuangan secara hati-hati serta strategi deleveraging yang efektif.

“Salah satu langkah penting adalah pelepasan sebagian kepemilikan strategis kami di Siloam Hospitals, yang memungkinkan pengurangan utang dalam denominasi dolar AS,” terang manajemen LPKR.

Di sisi lain, soal pemanfaatan laba bersih 2024, RUPST Lippo Karawaci juga menetapkan susunan dewan komisaris dan dewan direksi periode 2025-2028. (susunan lengkap di halaman 2)

Sementara itu, sepanjang Januari-Maret 2025, pendapatan Lippo Karawaci dari produk properti rumah hunian dan rumah toko melonjak sekitar 44 persen, yakni dari Rp667,25 miliar menjadi Rp963,04 miliar.

Segmen rumah hunian dan rumah toko tercatat menjadi kontributor utama pendapatan LPKR pada periode triwulan pertama 2025, yakni sekitar 47 persen.

Lonjakan lebih besar terjadi di segmen apartemen yang merupakan sekaligus penyumbang kedua terbesar pendapatan LPKR.

Baca juga: LPKR Membalikkan Keadaan

Per akhir Maret 2025, pendapatan Lippo Karawaci dari apartemen tercatat sebesar Rp352,05 miliar, melejit 878 persen bila disandingkan dengan periode sama 2024 yang baru senilai Rp35,93 miliar.

Dalam rentang tiga bulan pertama 2025, sumbangan apartemen menyentuh sekitar 17 persen terhadap total pendapatan Lippo Karawaci.

“Kami memulai tahun 2025 dengan positif, didukung oleh eksekusi yang terfokus, ketahanan operasional, dan disiplin finansial yang kuat,” jelas John Riady, Group CEO Lippo Indonesia.

Dia menerangkan, strategi yang digulirkan pihaknya dalam menyediakan hunian terjangkau terus mendapatkan respons positif dari konsumen akhir, sementara upaya pengurangan utang mulai menunjukkan hasil nyata melalui penurunan biaya bunga.

“Kami tetap berkomitmen untuk memperluas akses terhadap hunian berkualitas bagi lebih banyak masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” kata John Riady.

Manajemen LPKR menyebutkan bahwa sektor real estat di Indonesia memiliki tantangan dan peluang pada tahun 2025.

Baca juga: Ketemu Menteri PKP Soal Meikarta, Bos Lippo Bilang Begini

Tingginya harga tanah, kenaikan suku bunga, dan kompleksitas peraturan merupakan tantangan utama yang harus dihadapi oleh para pengembang.

Akan tetapi, peluang yang ada di segmen residensial, industri, dan komersial, didorong oleh urbanisasi, pertumbuhan penduduk, dan investasi asing.

Lippo Karawaci akan terus menerapkan strategi yang inovatif dan agile dalam menangkap peluang yang lebih luas di pasar.

Strategi ini mencakup ekspansi ke wilayah yang lebih beragam secara geografis di Indonesia dan membina kemitraan dengan para pengembang.

Baca juga: Selain BSDE, BIPP Juga Tidak Bagi Divide

Per akhir Maret 2025, pemegang saham LPKR mencakup PT Inti Anugerah Pratama 25,63 persen, Sierra Incorporated 15,89 persen, PT Primantara Utama Sejahtera 10,40 persen, dan DBS Bank Ltd SG-PB Clent 5,17 persen.

Selain itu, Dominique Dion Leswara (direktur LPKR) 0,11 persen, Surya Tatang (direktur LPKR) 0,08 persen, Marshal Martinus Tissadharma (direktur) 0,00 persen, dan masyarakat 42,72 persen.

 

Susunan dewan komisaris dan dewan direksi LPKR 2025-2028:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris/Komisaris Independen:  Prof. DR. IR. Ginandjar Kartasasmita

Komisaris Independen: Anangga W. Roosdiono

Komisaris Independen: Dr. Kartini Sjahrir

Komisaris:  Anand Kumar

Komisaris:  Kin Chan

Komisaris:  George Raymond Zage III

Komisaris:  Ketut Budi Wijaya

Baca juga: Ini yang Bikin Laba Bersih LPKR Tembus Rp18,7 Triliun

Dewan Direksi

Presiden Direktur:  Marlo Budiman

Direktur:  Marshal Martinus Tissadharma

Direktur:  Surya Tatang

Direktur:  Dominique Dion Leswara

Direktur: David Iman Santosa

Direktur: Fendi Santoso

 

(*)

Exit mobile version