Lippo Karawaci Raih Pendapatan Rp4,11 Triliun

Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) meraih pendapatan Rp4,11 triliun sepanjang semester pertama 2025/foto: capture lpkr

“Kami tetap berkomitmen untuk memperluas akses terhadap hunian berkualitas bagi lebih banyak masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” kata John Riady.

Manajemen LPKR menyebutkan bahwa sektor real estat di Indonesia memiliki tantangan dan peluang pada tahun 2025.

Bacaan Lainnya

 

Landbank LPKR

Mengutip paparan publik Perseroan, LPKR hingga 2024 memiliki lebih dari 80 proyek pengembangan properti untuk dijual.

Dari sisi cadangan lahan atau bank tanah (landbank), LPKR memiliki 1.395 hektare (ha) yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia.

Baca juga: Ini yang Bikin Laba Bersih LPKR Tembus Rp18,7 Triliun

Landbank itu antara lain di Lippo Village, Banten seluas 374 ha dan di Lippo Cikarang, Jawa Barat seluas 486 ha.

Selain itu, di Tanjung Bunga, Sulawesi Selatan seluas 344 ha serta di berbagai lokasi lainnya dengan luas 191 ha.

Sementara itu, jumlah aset Lippo Karawaci per akhir Juni 2025 tercatata sebesar Rp54,65 triliun, sedangkan akhir Desember 2024 senilai Rp53,78 triliun.

Liabilitas LPKR pada paruh pertama 2025 sekitar Rp23,30 triliun, sedangkan pada akhir 2024 masih di posisi Rp22,83 triliun.

Sebaliknya, ekuitas LPKR meningkat dari Rp40,94 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp31,35 triliun pada semester pertama 2025.

Per akhir Juni 2025, pemegang saham LPKR mencakup PT Inti Anugerah Pratama 25,63 persen, Sierra Incorporated 15,89 persen, PT Primantara Utama Sejahtera 10,40 persen, dan DBS Bank Ltd SG-PB Clent 5,17 persen.

Baca juga: Begini Resep Lippo di Bisnis Real Estat 2025

Selain itu, Dominique Dion Leswara (direktur LPKR) 0,11 persen, Fendi Santoso (direktur LPKR) 0,10 persen, Surya Tatang (direktur LPKR) 0,08 persen, Marshal Martinus Tissadharma (direktur) 0,00 persen, dan masyarakat 42,62 persen.

(*)

Pos terkait