Jakarta, landbank.co.id– PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengantongi laba bersih Rp787,79 miliar dalam rentang Januari-September 2023.
Torehan itu amat kontras jika dibandingkan dengan kondisi PT Lippo Karawaci Tbk per akhir September 2022 yang merugi Rp1,92 triliun.
Kemampuan PT Lippo Karawaci Tbk membalikkan situasi tak terlepas dari emiten properti ini mengerek pendapatan dalam sembilan bulan 2023.
Mengutip laporan keuangan perseroan, dalam rentang waktu sembilan bulan 2023, LPKR membukukan pendapatan Rp12,43 triliun.
Angka itu melejit 18% bila dibandingkan dengan pendapatan periode sama tahun 2022 yang senilai Rp10,54 triliun.
Ngebutnya pendapatan LPKR, tak terlepas dari mebubungnya pendapatan dari lini real estate development. Lini bisnis terlihat naik 17%.
Per akhir September 2022, lini bisnis real estate development Lippo Karawaci tercatat sekitar Rp2,79 triliun, namun saat ini melompat ke posisi Rp3,27 triliun.
Segmen rumah hunian dan rumah toko menjadi motor di lini real estate development dengan kontribusi sekitar 26% per akhir September 2023.
Lippo Karawaci juga mampu mendongkrak segmen rumah hunian dan rumah toko dari semula Rp977,61 miliar menjadi Rp1,75 triliun per akhir September 2023.
Khusus untuk subsegmen apartemen, terlihat masih belum moncer. Per akhir September 2023 tercatat senilai Rp283,51 miliar, padahal sebelumnya masih bertengger di angka Rp711,63 miliar.
Segmen lain sumber pendapatan LPKR, yakni healthcare juga bertumbuh, yakni dari Rp6,93 triliun menjadi Rp8,24 triliun atau naik 19%.
Begitu juga dengan segmen lifestyle yang tumbuh 11% yakni dari Rp822,41 miliar menjadi Rp910,70 miliar per akhir September 2023.
(*)