“Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp783 miliar dengan margin laba kotor 17 persen,” jelas manajemen LPCK.
Meningkatnya pendapatan terlihat memengaruhi raihan laba bersih LPCK tahun 2025. Bila pada 2024 pemilik Apartemen Newville ini merugi sekitar Rp1,61 triliun, tahun 2025 perusahaan yang didirikan pada 1987 ini mengantongi laba bersih Rp215,77 miliar.
Target Prapenjualan
Di sisi lain, LPCK mencatat nilai marketing sales (prapenjualan) sebesar Rp1,65 triliun pada akhir Desember tahun 2025, setara dengan 100 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun buku 2025.
Realisasi prapenjualan sebesar Rp1,65 triliun itu terutama didorong oleh tingginya permintaan produk residensial.
Baca juga: Koridor Timur Cibubur Jadi Magnet Baru Investasi Properti
Rumah tapak dan unit komersial masing-masing berkontribusi sebesar 58 persen dan 38 persen terhadap total marketing sales, sedangkan segmen lahan industri menyumbang 4 persen.
Sepanjang 2025, Perseroan berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 1.486 unit, didukung oleh peluncuran produk baru, antara lain The Allegra Casa De Lago dan Neo Top.
Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Indryanarum, menyampaikan bahwa capaian tahun 2025 mencerminkan respons pasar yang positif terhadap produk yang ditawarkan Perseroan.
“Pada 2025, kami berhasil mencapai target prapenjualan tahunan, didukung oleh minat terhadap produk rumah tapak dan komersial. Ke depan, kami tetap berfokus pada penyelesaian pembangunan tepat waktu serta memastikan proses serah terima berjalan sesuai komitmen kepada konsumen,” kata Indryanarum.
Dengan capaian tersebut, LPCK melanjutkan penguatan kinerja operasionalnya seiring pengembangan kawasan Lippo Cikarang sebagai kota mandiri terintegrasi di koridor timur Jakarta.
Baca juga: Penjualan Rumah dan Apartemen Motor Utama Lippo Cikarang
Sementara itu, pada akhir Desember 2025, jumlah aset LPCK tercatat sekitar Rp11,17 triliun, sedangkan setahun sebelumnya sebesar Rp13,61 triliun.
Sebaliknya, liabilitas LPCK turun dari semula Rp7,64 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp4,50 triliun setahun kemudian.
Di sisi ekuitas, LPCK mencatat peningkatan menjadi Rp6,67 triliun tahun 2025 dari semula Rp5,97 triliun pada 2024.
Baca juga: Raih Pendapatan Rp2,24 Triliun, Bos Lippo Cikarang Bilang Begini
Para pemegang saham LPCK per akhir Desember 2025 terdiri atas PT Kemuning Satiatama sebesar 89,00 persen dan publik sebanyak 11,00 persen.
(*)





