Lima Strategi Pariwisata di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan lima strategi mitigasi utama menjaga pertumbuhan pariwisata di tengah ketegangan geopolitik global/foto: kemenpar

Lalu, strategi keempat adalah memperkuat pergerakan wisatawan nusantara dengan mendorong masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri. Upaya ini menjadi semakin relevan terutama menjelang momentum libur lebaran yang biasanya diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

Selain itu, strategi kelima adalah mendorong penyelenggaraan berbagai event pariwisata di wilayah perbatasan untuk menjaga dinamika ekonomi pariwisata di berbagai daerah. Wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura yang berkunjung ke wilayah Kepulauan Riau, misalnya, memiliki kecenderungan untuk melakukan kunjungan berulang.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Kemenpar Mitigasi Dampak Perang Iran Melawan AS-Israel

“Karena itu peluang ini perlu dimanfaatkan secara optimal antara lain dengan menawarkan paket wisata golf, wisata belanja, wellness, dan berbagai pengalaman wisata lainnya,” ujar Menpar.

Sementara itu, Menpar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, antara lain dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi, dan Kementerian Keuangan, untuk mengeksplorasi berbagai kebijakan yang dapat memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.

Beberapa opsi yang sedang didorong antara lain penambahan kapasitas kursi penerbangan, peningkatan keterjangkauan harga tiket, serta kebijakan bebas visa kunjungan bagi pasar-pasar potensial.

Baca juga: Dari Pameran di Berlin Indonesia Gaet Potensi Rp16,89 Triliun

“Langkah-langkah tersebut penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah situasi global yang membutuhkan strategi yang responsif dan adaptif,” kata Menpar.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Menpar juga menyampaikan adanya perkembangan positif dari pasar Asia Timur. Sejumlah maskapai seperti China Airlines, Spring Airlines, dan China Southern dilaporkan akan menambah frekuensi penerbangan serta membuka rute baru menuju Jakarta dan Bali mulai Mei 2026.

“Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang solid, saya yakin sektor pariwisata Indonesia akan terus tumbuh secara berkelanjutan, inklusif, dan semakin berdaya saing di tingkat global,” tutur Menpar.

 

Kontribusi PDB

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa sektor pariwisata Indonesia mencatatkan performa impresif sepanjang tahun 2025 dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp945,7 triliun atau sebesar 3,97 persen. Keberhasilan ini didorong oleh kunjungan 15,39 juta wisatawan mancanegara (wisman), yang tumbuh 10,7 persen secara year on year, serta menyerap 25,91 juta tenaga kerja.

Baca juga: Devisa Pariwisata Ditaksir Tembus Rp305 Triliun

Namun, di tengah capaian positif tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menegaskan bahwa ketangguhan sektor ini tengah diuji oleh tantangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu konektivitas global. Berdasarkan proyeksi Kemenpar, gangguan ini berpotensi menyebabkan kehilangan 5.500 wisman dan devisa senilai Rp184,8 miliar per hari jika tidak segera dimitigasi.

“Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk mitigasi kerugian akibat krisis global dan membangun fondasi pariwisata dengan destinasi yang kompetitif, tangguh dan berdaya saing di kancah internasional,” ujar Menko Perkonomian Airlangga.

Airlangga juga mengungkapkan akan menyiapkan langkah-langkah strategis, seperti penguatan pasar domestik melalui micro tourism, mendorong destinasi bagi digital nomad, hingga pemasaran untuk menonjolkan Indonesia sebagai destinasi yang high end dengan harga terjangkau perlu di garis besarkan.

Baca juga: Di Tengah Tekanan Eksternal, Begini Peran Pariwisata Nasional

“Dan tentunya kolaborasi dan sinergi diperlukan untuk menentukan ketahanan ekosistem pariwisata,” ujar Airlangga.

(*)

Pos terkait