Lima Pengembang Mencatat Pertumbuhan Penjualan Apartemen

Setidaknya terdapat lima pengembang properti yang mampu mencatat pertumbuhan penjualan apartemen atau hunian vertikal pada 2025/foto: rise

Jakarta, landbank.co.id– Penjualan apartemen masih terus bergulir pada 2025. Setidaknya terdapat lima pengembang properti yang mampu mencatat pertumbuhan pada tahun lalu.

Merujuk laporan keuangan kelima pengembang properti itu terlihat bahwa pertumbuhan yang dibungkus mereka mulai dari 25 persen hingga 1.500 persen.

Bacaan Lainnya

Mengingat mereka adalah emiten properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan apartemen yang dimaksud adalah sudah tahap berita acara serah terima (BAST) sesuai standar akuntansi pasar modal.

Raihan pertumbuhan fenomenal ditorehakan oleh PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), yakni sekitar 1.512 persen.

Pertumbuhan itu mengacu kepada raihan emiten berkode saham RISE untuk periode Januari-September 2025 disandingkan dengan periode yang sama 2024.

Per akhir September 2025, RISE mengoleksi pendapatan dari penjualan apartemen sebesar Rp129,17 miliar, sebaliknya pada periode sama 2024 masih bertengger di posisi Rp8,18 miliar.

Baca juga: 2026, Ada 11 Ribu Lebih Kondominium Masuk Jabodetabek

Kontribusi penjualan apartemen terhadap total pendapatan RISE per akhir September 2025 sekitar 44 persen alias penyumbang kedua terbesar.

Mengutip laman Perseroan, proyek apartemen RISE mencakup ARC100, yakni apartemen mewah di pusat kota Surabaya, Jawa Timur dengan konsep single building yang mengutamakan privacy.

Lalu, apartemen Kyo Society. Hunian vertikal menjadi apartemen berkonsep Jepang pertama di Surabaya.

Emiten properti yang menorehkan pertumbuhan penjualan apartemen cukup moncer pada sembilan bulan 2025 adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Per akhir September 2025, mengutip laporan keuangan Perseroan, emiten properti berkode saham LPKR itu mencatat lonjakan penjualan apartemen sekitar 950 persen menjadi Rp1,80 triliun.

Maklum, pada periode yang sama 2024, pemilik proyek Holland Village Jakarta tersebut baru mencatatkan penjualan apartemen sekitar Rp172,47 miliar.

Baca juga: Insentif PPN DTP Bantu Penjualan Apartemen Jakarta

Bagi Lippo Karawaci, penjualan apartemen menyumbang sekitar 28 persen terhadap total pendapatan LPKR per akhir September 2025 yang menyentuh sekitar Rp6,51 triliun.

Penjualan apartemen menjadi penyumbang kedua terbesar setelah penjualan rumah hunian dan rumah toko yang menjadi kontributor utama.

Pos terkait