Land for Development Modernland Sentuh Rp6,3 Triliun

PT Modernland Realty Tbk (MDLN) memiliki tanah untuk pengembangan (land for development/LFD) senilai Rp6,32 triliun/foto: modernland

Merujuk laporan keuangan Perseroan, pendapatan operasi lainnya itu terdiri atas keuntungan dari penyelesaian obligasi yang harus dibayar, pendapatan atas sewa pembiayaan aset tetap, dan lain-lain.

Sementara itu, pendapatan Modernland sepanjang Januari-September 2025, tercatat sekitar Rp703,42 miliar, lebih rendah dibandingkan raihan pada periode sama 2024 yang sebesar Rp712,24 miliar.

Bacaan Lainnya

Kontributor terbesar pendapatan MDLN per akhir September 2025 datang dari lini rumah tinggal dan rumah toko (ruko), yakni Rp444,28 miliar.

Sumbangan penjualan rumah tinggal dan ruko setara dengan sekitar 63 persen terhadap total pendapatan Modernland pada sembilan bulan 2025.

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, penjualan rumah tinggal dan ruko pemilik proyek Jakarta Garden City ini tercatat meningkat sekitar 10 persen bila dibandingkan dengan capaian per akhir September 2024 yang sekitar Rp373,64 miliar.

Penyumbang kedua terbesar terhadap total pendapatan MDLN per akhir September 2025 datang dari penjualan tanah, yakni Rp101,87 miliar setara sekitar 15 persen.

Sepanjang Januari-September 2025, total aset pemilik proyek Modern Cilejit ini tercatat senilai Rp13,35 triliun, sedangkan pada akhir Desember 2024 sebesar Rp13,56 triliun.

Baca juga: Modernland Membalikkan Keadaan, Bungkus Laba Rp445 Miliar

Liabilitas MDLN turun menjadi Rp9,42 triliun pada akhir September 2025 disandingkan akhir 2024 yang masih sebesar Rp10,10 triliun.

Ekuitas pemilik kawasan industri Moderncikande ini  juga naik, yakni dari semula Rp3,45 triliun pada akhir Desember 2024 menjadi Rp3,93 triliun per akhir September 2025.

Per akhir September 2025, para pemegang saham Modernland terdiri atas PT Panin Sekuritas Tbk sebesar 15,29 persen, dan PT Honoris Corporindo Pratama 13,60 persen.

Baca juga: Saat Modernland Membalikkan Keadaan

Lalu, Haryanto 9,71 persen, AA Land Pte Ltd, Singapura 7,44 persen, Woodside Global Venture Inc 6,59 persen, dan masyarakat 47,37 persen.

 

(*)

Pos terkait