Laba Bersih Lippo Karawaci Tembus Rp469 Miliar

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), emiten berkode saham LPKR di Bursa Efek Indonesia (BEI)  mengantongi laba bersih Rp469,54 miliar pada 2025/foto: lippokarawaci.co.id

Mengutip laporan keuangan LPKR, motor peningkatan pendapatan tahun 2025 ditopang oleh melejitnya pendapatan dari segmen apartemen atau hunian bertingkat, yakni mencapai sekitar 426 persen.

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, pada 2024, pendapatan dari bisnis apartemen masih di angka Rp463,68 miliar, sedangkan setahun kemudian melejit ke level Rp2,44 triliun.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya dari penjualan apartemen, kenaikan pendapatan juga datang dari rumah hunian dan rumah toko (ruko).

Segmen ini mencatat pertumbuhan sekitar 38 persen, yakni dari Rp2,40 triliun pada 2024 menjadi sebesar Rp3,31 triliun tahun 2025.

Baca juga: Penjualan Rumah dan Ruko Lippo Karawaci Tembus Rp2,22 Triliun

Pada 2025, rumah hunian dan ruko menyetor sekitar 37 persen terhadap total pendapatan pemilik proyek Park Serpong, Tangerang, Banten ini, sedangkan segmen apartemen menyumbang sekitar 27 persen.

Hingga tahun 2025, LPKR memiliki 98 proyek rumah tapak atau rumah hunian dan 21 proyek ruko.

 

Segmen Lifestyle

Sementara itu, segmen usaha lifestyle relatif stagnan pada 2025 dengan mengoleksi pendapatan sekitar Rp1,37 triliun dibandingkan sekitar Rp1,42 triliun pada 2024.

Segmen lifestyle menyumbang sekitar 15 persen terhadap total pendapatan LPKR tahun 2025.

Baca juga: Penyumbang Terbesar Prapenjualan Lippo Karawaci dari Proyek Perumahan

Di segmen lifestyle, kontributor terbesar adalah bisnis hotel dan restoran yang menyumbang sekitar Rp384,54 miliar pada 2025.

Bisnis hotel dan restoran menyumbang sekitar 28 persen terhadap pendapatan dari segmen lifestyle.

Hingga 2025, LPKR memiliki 10 hotel yang dikelola dengan nama Aryaduta. Hotel-hotel itu tersebar di berbagai kota antara lain, Jakarta, Bandung, Medan, Pekanbaru, dan Palembang.

Per akhir Desember 2025, pemegang saham LPKR mencakup PT Inti Anugerah Pratama 25,63 persen, Sierra Incorporated 15,89 persen, PT Primantara Utama Sejahtera 10,40 persen, dan DBS Bank Ltd SG-PB Clent 5,17 persen.

Baca juga: Punya Pendapatan Rp17 Triliun, Begini Komentar Bos Lippo Karawaci

Selain itu, Dominique Dion Leswara (direktur) 0,11 persen, Fendi Santoso (direktur) 0,10 persen, Surya Tatang (direktur LPKR) 0,08 persen, Marshal Martinus Tissadharma (direktur) 0,00 persen, dan masyarakat 42,62 persen.

 

(*)

Pos terkait