Jakarta, landbank.co.id– Manajemen PT Astra International Tbk menyebutkan bahwa emiten berkode saham ASII itu mengantongi pendapatan Rp1,13 triliun pada 2025.
Pendapatan bisnis properti PT Astra International Tbk itu lebih rendah sekitar 18 persen mengingat pada 2024 masih bertengger di angka Rp1,37 triliun.
Sekalipun raihan pendapatan bisnis properti PT Astra International Tbk mencatat penurunan, kondisi sebaliknya justru ditorehkan di lini laba bersih tahun 2025.
“Divisi Properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 224 persen menjadi Rp719 miliar,” jelas Djony Bunarto Tjondro, presiden direktur PT Astra International Tbk dikutip Jumat 27 Februari 2026.
Baca juga: Ini yang Bikin Laba Properti Astra Kinclong
Dia menerangkan, peningkatan laba bersih bisnis properti ASII itu terutama berasal dari aset-aset gudang industri yang baru diakuisisi serta pengakuan goodwill negatif dari akuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP).
Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada Maret 2025, ASII melalui PT Pratista Industrial Properti, entitas anak tidak langsung yang 95 persen sahamnya dimiliki melalui PT Menara Astra mengakuisisi dua perusahaan industri pergudangan secara penuh alias 100 persen.
Kedua perusahaan industri pergudangan itu adalah PT ESR Indonesia Properties One, sekarang bernama PT Pratista Industrial Properti Satu (PIPS) dan PT ESR Indonesia Properties Two, sekarang bernama PT Pratista Industrial Properti Kedua (PIPD).
Sejak akuisisi, PIPS dan PIPD telah memberikan pendapatan dan kontribusi laba bersih kepada ASII masing-masing Rp78 miliar dan Rp53 miliar.
Baca juga: Sewa Kantor dan Gudang Stabil, Laba MMLP Melejit
Selain itu, pada September 2025, ASII melalui PT Saka Industrial Arjaya (SIA), entitas anak tidak langsung melalui PT Menara Astra, mengakuisisi 83,67 persen saham PT Mega Manunggal Property Tbk , perusahaan pengembang dan penyedia properti logistik.
Sejak akuisisi, MMP telah memberikan pendapatan Rp90 miliar dan laba bersih Rp13 miliar kepada ASII.





